KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Kediri menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII pada Rabu (17/12). Kegiatan lima tahunan tersebut diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta dari unsur internal dan eksternal organisasi.
Ketua DPD LDII Kota Kediri sekaligus Ketua Steering Committee Musda VII, Agung Riyanto, mengatakan Musda menjadi forum resmi organisasi untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menentukan arah kepemimpinan LDII Kota Kediri lima tahun ke depan.
“Musda ini adalah amanah organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Ada tiga pokok bahasan utama, yakni evaluasi program kerja, penyusunan program kerja, dan pemilihan pengurus periode 2025–2030,” ujar Agung usai kegiatan media gathering Road to Musyawarah Daerah (Musda) VII LDII Kota Kediri, Minggu 14 Desember 2025.
Ia menjelaskan peserta Musda terdiri atas pengurus pleno DPD LDII Kota Kediri, pengurus cabang dan anak cabang, pengurus Pondok Pesantren Wali Barokah, serta undangan eksternal dari tingkat kabupaten. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam satu hari penuh.
Menurut Agung, Musda VII tidak hanya difokuskan pada pemilihan pengurus, tetapi juga dikemas agar memberikan manfaat yang lebih luas. LDII, kata dia, berupaya menyelaraskan program organisasinya dengan visi dan misi pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Pemerintah Kota Kediri.
“LDII ingin berkontribusi nyata dalam mendukung Kota Kediri yang Mapan, yaitu maju dan berbudaya, peduli, aman, dan nyaman,” katanya.
Musda VII mengusung tema “Mewujudkan SDM Profesional Religius untuk Kota Kediri Mapan menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian LDII terhadap tantangan pembangunan sumber daya manusia di masa depan, khususnya menjelang bonus demografi pada 2045.
Agung menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Ia menegaskan pembinaan karakter, pendidikan, dan keimanan menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan.





