Kediri  

Ketua MUI Dorong LDII Cetak Dai Santun dan Adaptif di Era Digital

Ketua MUI Dorong LDII Cetak Dai Santun dan Adaptif di Era Digital
Ketua MUI Kota Kediri berdialog dengan pengurus LDII Kota Kediri saat silaturahim menjelang Musda VII LDII Kota Kediri. (Foto: istimewa)

KH Abdullah menilai tantangan dakwah ke depan semakin kompleks, terutama dalam membina generasi muda. Ia menekankan pentingnya menyiapkan dai yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi.

“Dakwah itu harus disampaikan dengan cara yang santun, sejuk, damai, dan mudah diterima oleh semua kalangan. Kualitas dakwah kita harus relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi. Kami berharap LDII dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan ajaran Islam yang positif melalui platform digital,” harapnya.

Sementara itu, Ketua LDII Kota Kediri H. Agung Riyanto menjelaskan bahwa kunjungan silaturahim tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara LDII dan MUI. Menurutnya, kerukunan antarlembaga keagamaan merupakan modal utama dalam menjaga kondusivitas Kota Kediri.

“Kami berharap sinergi antara MUI dan LDII di Kota Kediri ini bisa menjadi contoh teladan bagi seluruh elemen masyarakat dan ormas lain, bahwa persatuan di atas perbedaan adalah kunci kemajuan umat,” harapnya.

Ia menegaskan LDII berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi penerus melalui berbagai program dakwah yang profesional dan berorientasi pada nilai-nilai moderasi beragama. LDII juga siap menerima masukan dan arahan dari MUI agar seluruh program berjalan selaras dengan kebijakan keumatan di Kota Kediri.

Melalui penguatan kerja sama tersebut, LDII berharap dapat berkontribusi aktif dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun, toleran, dan damai, sekaligus mencetak dai-dai masa depan yang mampu berdakwah secara santun dan adaptif di era digital.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan