Ia menambahkan, majelis seperti Al Khidmah memiliki peran besar dalam membentengi generasi muda. “Di sinilah majlis seperti Al Khidmah memiliki peran besar membentengi generasi kita dengan kecintaan kepada Allah, Rasulullah, dan ulama. Serta menanamkan akhlakul karimah, mengarahkan energi anak muda ke hal-hal positif dan produktif,” ungkapnya.
Selain isu kerusuhan, Gus Qowim juga menyinggung adanya dinamika sosial terkait pemberitaan negatif mengenai beberapa pondok pesantren. Ia meminta masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersikap bijak dan dewasa dalam menyikapi hal tersebut.
Kepada santri, pelajar, dan mahasiswa, Gus Qowim mengajak untuk berani menjadi agen perubahan. Mereka didorong untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif dan ujaran kebencian.
“Apalagi Kota Kediri dikenal memiliki banyak pondok pesantren, maka jangan biarkan narasi keliru atau provokatif mengabaikan nilai-nilai luhur pesantren. Saatnya tunjukkan bahwa pesantren merupakan sumber prestasi. Jangan biarkan satu atau dua kasus menutupi lautan kebaikan dan kontribusi pesantren bagi negeri ini,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gus Qowim memohon doa dari para ulama agar Pemerintah Kota Kediri senantiasa diberikan kekuatan dan amanah dalam memimpin.
“Semoga dengan keberkahan majlis ini Allah memberikan kedamaian bagi Kota Kediri. Melindungi bangsa Indonesia dan menjaga anak-anak muda tetap berada di jalan positif. Kepada para Habib, Masyayikh, dan Kyai kami mohon doa Pemerintah Kota Kediri senantiasa diberikan kekuatan dan amanah dalam memimpin,” pungkas Gus Qowim.
Acara Majelis Dzikir ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Koordinator Dewan Fatwa Jamaah Al Khidmah KH. M. Najib Zamzami, Ketua Pengurus Jamaah Al Khidmah Jawa Timur KH. Abdurrohman, Dewan Penasihat Jamaah Al Khidmah Provinsi Jawa Timur KH. Muhammad Faruq, dan Ketua FKUB KH. Moh. Salim beserta jajaran.(*)





