Terkait sistem bagi hasil yang akan diterapkan, Eri Cahyadi menyebut bahwa hal itu akan dihitung secara detail. “Nanti kita akan hitung, misalnya Rp 2.000 itu sampai mana?, oh ternyata batas opernya disini dan lain-lainnya,” jelasnya.
Dalam proses perhitungan nantinya, akan melibatkan komunikasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Wali Kota Eri Cahyadi meyakini bahwa integrasi ini akan sangat menguntungkan masyarakat.
“Buat saya integrasi itu bagus, sehingga penumpang itu tidak bingung, yang penting ditampung di mana,” katanya.
Meski detail teknis seperti skema bagi hasil masih dibahas di tingkat dinas terkait, Eri memastikan bahwa konsep integrasi akan segera disepakati.
“Sudah ketemu, kalau yang di Surabaya dengan di Jawa Timur antar Dishubnya,” ungkapnya.
Ditegaskan pula bahwa integrasi ini bukan tentang “kalah menang”, melainkan menciptakan sistem yang menguntungkan masyarakat yang ingin masuk atau keluar Surabaya tanpa menghilangkan transportasi yang sudah ada. Masyarakat bisa menggunakan tiket terusan yang memungkinkan perpindahan antar moda transportasi.
“Integrasi ini mengutamakan bagaimana orang itu nyaman ketika akan masuk Surabaya, ketika akan keluar Surabaya terintegrasi dengan transportasi yang ada. Transportasi yang ada itu apa? Bisa Trans Jatim, bisa bus, bisa Wira-Wiri, bisa SRRL nantinya,” tandasnya. (*)