Kebun Raya Mangrove Surabaya Optimalkan Enam Fungsi Ekosistem

Kebun Raya Mangrove Surabaya Optimalkan Enam Fungsi Ekosistem
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif.

Salah satu bentuk konkret dari upaya ini adalah uji coba penanaman padi biosalin di lahan demplot di kawasan Kebun Raya Mangrove. Selain itu, Antiek menyebut, pihaknya juga tengah mengembangkan sistem silvofishery, yakni sistem budidaya perikanan terpadu di kawasan mangrove.

“Pengembangan padi biosalin sedang kita uji cobakan di demplot, sekaligus dengan pengembangan silvofishery. Nah, ini kita lebih ingin meningkatkan ke arah itu,” tuturnya.

Di usia yang masih muda, KRM Surabaya telah mengalami pertumbuhan koleksi mangrove yang signifikan. Dari 56 jenis mangrove saat awal diresmikan, kini telah bertambah menjadi 74 jenis.

“Harapan kita tentunya selain kita menambah koleksi, yang dari 56 jenis di saat peresmian sekarang menjadi 74 jenis, maka kita juga ingin mengembangkan lebih sebagai sumber pangan dan mendukung ketahanan pangan,” kata Antiek.

Dia pun berharap, kerja sama lintas stakeholder yang telah dibangun dapat semakin memperkuat peran Kebun Raya Mangrove Surabaya dalam mendukung sistem ketahanan pangan lokal dan nasional.

“Mudah-mudahan upaya kita bersama BRIN, bersama stakeholder yang lain untuk membangun kebun raya ini menjadi salah satu sumber pangan bisa segera dioptimalkan,” harapnya. (*)

Editor: Wetly