Rabu, 24 Juli 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSidoarjoKetua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasikh : Sinergitas Antar OPD Mampu...

    Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasikh : Sinergitas Antar OPD Mampu Turunkan Stunting

    SIDOARJO (WartaTransparansi.com) – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih menilai penurunan angka stunting di Kabupaten Sidoarjo tidak terlepas dari peranan dan kerjasama antar OPD di Sidoarjo. Kasus Stunting di Kabupaten Sidoarjo pada 2023 mengalami penurunan signifikan menjadi 8,4 persen. Jumlah itu lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yakni 16,1 persen di tahun 2022.

    “Kami sangat mengapresiasi. Karena jika OPD bersatu padu alias tidak ada ego sektoral maka tidak ada yang tidak mungkin. Dan penurunan stunting ini adalah bukti bahwa mereka telah bekerjasama,” terang politisi partai PKB, Abdillah Nasih, Rabu, (19/6/2024).

    Menurut Abdillah Nasih, kinerja OPD selama ini saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Terutama dalam hal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Diakui, selama ini kasus stunting lebih banyak dititikberatkan pada Dinas Kesehatan Sidoarjo. Namun, ada peranan besar dinas lain yang juga turut membantu dalam menurunkan angka stunting di Sidoarjo.

    “Kita contohkan misalnya, stunting yang disebabkan karena kurangnya air bersih. Maka disitulah peran PDAM dan Dinas Perumahan dan permukiman untuk mengurus air bersih,” ungkap Abdillah Nasih.

    Begitu pun dengan kasus stunting yang disebabkan oleh pola pengasuhan ibu terhadap anak. Maka, keterlibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menjadi sangat penting untuk menurunkan angka stunting di Sidoarjo.

    “Jadi, keterlibatan semua pihak menjadi sebuah keharusan untuk sama-sama memikirkan bagaimana kasus ini segera turun,” tambahnya.

    Bahkan, lanjut Abdillah Nasih, Kementerian Agama Sidoarjo yang terlihat tidak ada hubungannya sama sekali dengan peningkatan kasus stunting, juga memiliki peranan penting dalam mencegah terjadinya stunting. Salah satunya, dengan memberikan sosialisasi atau pemahaman tentang bagaimana mempersiapkan kehamilan saat rapak calon pengantin.

    “Termasuk menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi catin. Jadi, rapak itu tidak melulu dengan seremoninya saja. Alhamdulilah di beberapa daerah sudah ada yang kerjasama antara puskesmas dengan kemenag,” terangnya.

    Pihaknya berharap, kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo terus mengalami penurunan. Sehingga program dan anggaran yang dicanangkan sebelumnya tersalurkan dengan baik, terutama dalam hal penurunan angka stunting di Sidoarjo. (*)

    Reporter : Teguh Safrianto

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan