Selasa, 23 April 2024
29 C
Surabaya
More
    HeadlinePj Gubernur Adhy Karyono Minta ASN Wujudkan Reformasi Birokrasi Berdampak

    Pj Gubernur Adhy Karyono Minta ASN Wujudkan Reformasi Birokrasi Berdampak

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengingatkan para ASN dengan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi Berdampak sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

    Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 di BPSDM Prov. Jatim, Jalan Balongsari Tama Surabaya, Selasa (20/2).

    Dalam mewujudkan reformasi birokrasi berdampak, peserta tidak latah atau ikut-ikutan. Terlebih dalam menyesuaikan tema pelatihan.

    Adhy mengatakan bahwa reformasi birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat adalah hal-hal yang berkenaan dengan pemberdayaan ekonomi.

    Pihaknya mencontohkan tentang pemanfaatan produk-produk dalam negeri yang berimbas pada penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur hingga terjadi penurunan relatif signifikan. Karena kemiskinan ekstrem di Jatim turun dari 4,4% atau setara 1.812.210 jiwa pada 2020 menjadi 331.980 jiwa atau 0,82% pada Maret 2023, katanya

    Baca juga :  Tergerus Hujan, Jalur Objek Wisata Telaga Sarangan Tertutup Longsor

    Dalam kesempatan tersebut Adhy Karyono menyatakan, transformasi tata kelola pemerintahan untuk peningkatan pemanfaatan produk-produk dalam negeri melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

    Pada awalnya akan bingung mencari. Lalu memikirkan proyek yang wah. Tapi hati-hati, jangan sekedar latah. Karena proyek yang wah belum tentu bisa diimplementasikan dan membawa peningkatan serta kebermanfaatan, katanya.

    Salah satu yang sering dilakukan, sebut Adhy, adalah digitalisasi sistem. Sehingga, seringkali terdapat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terkadang tidak memberikan perubahan berarti.

    Menpan-RB sudah menyatakan bahwa semua aplikasi harus terkoneksi dalam satu aplikasi yang besar, sehingga terkoneksi sebagai sub domain dari Kominfo, katanya.

    Pelatihan akan berlangsung selama 107 hari efektif, yakni 20 Februari hingga 28 Juni 2024. Pelatihan akan dilakukan menggunakan metode blended learning yang akan diisi oleh narasumber dari latar belakang akademisi, praktisi, maupun widyaiswara BPSDM Jatim.

    Baca juga :  Tergerus Hujan, Jalur Objek Wisata Telaga Sarangan Tertutup Longsor

    Di tahun 2024 ini sendiri, BPSDM Prov. Jatim kembali dipercaya Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI untuk tiga angkatan sekaligus. Di mana, total peserta mencapai 180 orang. (*)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan