KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Keberadaan sampah merupakan permasalahan yang tidak ada habisnya. Tidak hanya di Indonesia,namun juga secara global. Dimana jumlah sampah semakin bertambah setiap harinya, yang berasal mulai dari rumah tangga, rumah sakit, hingga industri.
Faktanya, hingga saat ini sampah hanya dilarikan ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Di Kota Kediri, meski sudah ada Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 30 Tahun 2023 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai yang telah disahkan sejak bulan Juli tahun lalu.
Persoalan sampah masih menjadi hal pelik di daerah tersebut. Dimana setiap harinya, 140 ton sampah masuk, dan menggunung di TPA Klotok, bahkan, dibutuhkan puluhan armada kendaraan guna mengangkut sampah ke TPA tersebut.
” Di TPA Klotok, kapasitas sampah masuk 140 ton per hari, dengan mengunakan armada pengangkut roda 4 sebanyak 24 unit, dan 21 unit armada roda 3,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Imam Muttakin, melalui Kabid Kabid pengelolaan sampah, Sentot Iswanto.
Bahkan, Pemkot Kediri melalui DLHKP setiap harinya, telah berupaya mengerahkan puluhan armada kendaraan baik roda empat dan tiga mengangkut sampah ke TPA Klotok.
” Kurang lebih 90 – 100 rit, armada kendaraan masuk ke TPA, dan biasanya mengangkut 60% sampah organik dan 40% sampah anorganik per hari,” terang Sentot.
Saat Wartatransparansi mencoba mendatangi lokasi TPA Klotok di Kota Kediri, sebagian besar sampah yang masuk ke TPA tersebut. Tampak didominasi oleh bekas kantong plastik yang mungkin sulit terurai.
Meski ada anjuran pemerintah untuk mengurangi sampah plastik, nyatanya anjuran tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap jumlah sampah yang dibuang setiap harinya.
Artinya juga jika hal ini terus berlangsung, maka dikhawatirkan Pemkot Kediri bakal kewalahan menyediakan lahan. Bila persoalan sampah disinyalir bakal menggunung, jika tidak terselesaikan secara tepat.
Di sisi lain, sampah yang tidak dikelola dengan baik, dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan sampah menjadi tantangan bersama bagi pemerintah dan masyarakat.
Tujuannya jelas, guna mengurangi jumlah sampah setiap tahun, sekaligus akan berdampak pada lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman.





