Menurut Khofifah, keberagaman atau perbedaan sudah selayaknya dijaga dan diikat dengan sikap dan suasana saling mempercayai dan suasana saling bisa memahami.l serta saling menghormati. Dengan begitu maka muncul understanding (kesepahaman), yang menghasilkan respect (menghormati) dan trust (mempercayai).
Khofifah berharap di Tahun Baru Imlek, tolerasi, persatuan dalam harmoni keberagaman utamanya di Jawa Timur harus terus terjalin harmonis. Sehingga hal tersebut bisa mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyebut bahwa peringatan Tahun Baru Imlek sejatinya juga menjadi peringatan kepada sosok Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Gus Dur lah yang menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional. Karenanya, kita tidak pernah melupakan bagaimana sosok Gus Dur yang penuh dengan toleransi dan perdamaian. Jadi makna
mencintai negeri ini adalah bagaimana kita bersama-sama bisa menjaga persatuan, persaudaraan serta harmoni di dalam keberagaman, pungkasnya. (*)





