Oleh Yaqut Cholil Qoumas
Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem (Isra), yang dilanjutkan ke Sidratul Muntaha atau langit ketujuh (Mikraj). Ulama berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Oleh-oleh terbesar dari peristiwa ini adalah perintah salat lima waktu. Secara etimologi, salat berarti doa (berpengharapan). Sedang terminologi, salat berarti ibadah berupa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Takbir atau “Allahu Akbar” adalah bentuk penghambaan atas kemahabesaran Allah. Ini adalah pengakuan berdimensi tauhid, meng-esakan Allah, cermin kepatuhan dalam relasi vertikal antara hamba dan Tuhan.





