Jumat, 24 Mei 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaRemaja 16 Tahun Kecanduan ‘Ngelem’ Dibawa ke RSJ Menur Surabaya

    Remaja 16 Tahun Kecanduan ‘Ngelem’ Dibawa ke RSJ Menur Surabaya

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Seorang remaja berinisial MP berusia 16 tahun dicokok anggota Satpol PP Kota Surabaya saat tengah ‘ngelem’ di taman 10 Nopember. Miris dengan kondisi pelaku, Satpol PP Kota Surabaya langsung membawa MP ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur untuk direhabilitasi.

    Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M Fikser mengungkapkan, bahwa MP dicokok petugas saat sedang menghirup lem (ngelem) di Taman 10 Nopember. Saat itu MP dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat pengaruh ngelem.

    “Saat patroli, petugas kami menemui MP ini ngelem di taman, sempat melarikan diri, namun berhasil kami amankan,” kata M Fikser di kantornya, Rabu (17/1/2024).

    Dalam giat tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua kaleng lem. Selain dilakukan pendataan dan outreach oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) di kantor Satpol PP Surabaya, MP juga menjalani tes urine.

    Baca juga :  Kejar WBBM, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari Studi Tiru Ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak

    “Kami data, kami juga lakukan pendampingan dan outreach pada MP ini, untuk antisipasi kami juga lakukan tes urine,” kata Fikser.

    Dari hasil tes urine menunjukkan, bahwa MP positif Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya). Sehingga pihak Satpol PP Surabaya mengirim MP ke tempat rehabilitasi untuk mendapat penanganan yang serius.

    “Dari hasil tes urine, dia (MP) positif Napza, sehingga kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) membawa MP ke RSJ Menur untuk menjalani rehabilitasi agar dia bisa sembuh,” kata Fikser.

    Sebagai informasi, Ngelem atau glue sniffing adalah kebiasaan seseorang untuk menghirup atau mencium berbagai bahan yang mengandung pelarut yang mudah menguap (inhalan), seperti lem aibon, tip-ex, bensin, dan sebagainya. Lem yang terhirup tersebut telah terbukti mengandung lysergic acid diethylamide (LSD).

    Baca juga :  Pj. Ketua PKK Jatim Isye Adhy Karyono Tutup Lomba Desa & Keluruhan

    LSD termasuk dalam salah satu jenis narkotika yang dapat memicu peningkatan jumlah serotonin serta dopamin dalam tubuh sehingga menimbulkan efek halusinasi.

    Jika penggunaan zat adiktif tersebut terus dilakukan, maka dalam jangka panjang, efeknya bisa menyebabkan gangguan dalam tubuh seperti depresi pernafasan, otak dan paru. Selain itu, efeknya juga bisa addicted (kecanduan). (wet)

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan