Sabtu, 24 Februari 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaJadi Penyebab Banjir, Warga Dukuh Kupang Rela Rumahnya Dibongkar

    Jadi Penyebab Banjir, Warga Dukuh Kupang Rela Rumahnya Dibongkar

    SURABAYA (Wartransparansi.com) – Warga Dukuh Kupang Barat, Kota Surabaya, bersedia dan rela bangunan rumahnya dibongkar untuk penanganan banjir. Sebab, sebagian bangunan rumah warga menutupi saluran sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, sebelumnya ia sempat meninjau langsung lokasi banjir di kawasan Dukuh Kupang pada Desember 2023. Di sana, ia menemukan penyebab banjir diakibatkan bangunan teras rumah warga menutupi saluran.

    “Jadi sudah, setelah surat pernyataan itu keluar, langsung kita sampaikan lelang, dan kita sudah mulai lelang. Insya Aallah bulan Februari 2024 sudah mulai dikerjakan,” kata Eri, Minggu (14/1/2024).

    Eri pun mengapresiasi kepedulian warga yang bahkan bersedia bangunan rumahnya dibongkar untuk penanganan banjir. Baginya, kerelaan ini adalah bukti bahwa warga Surabaya memiliki hati yang lembut dan penuh gotong royong.

    Baca juga :  Satgas Dinas SDABM Surabaya Mulai Bangun Tanggul Penghalau Banjir

    “Ini orang yang luar biasa, Surabaya ini luar biasa, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan di Surabaya. Karena sebenarnya orang Surabaya hatinya lembut, penuh gotong royong,” imbuhnya.

    Ia mengungkapkan, bahwa sejak sekitar tahun 1976, kawasan Dukuh Kupang tersebut, kerap dilanda banjir saat hujan turun. Ini diakibatkan aliran air tidak bisa lancar karena sebagian bangunan rumah warga yang menutupi saluran.

    “Di Dukuh Kupang puluhan tahun tidak mau dibongkar, tapi setelah saya sampaikan, saya tidak bisa bangun (saluran) untuk menyelesaikan banjir (karena ada bangunan rumah), alhamdulillah mereka semuanya membuat surat pernyataan untuk mau dibongkar,” ungkapnya.

    Karena itu, Eri bangga dengan warga Dukuh Kupang Surabaya. Bagi dia, warga di sana telah menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam menyelesaikan persoalan demi kepentingan umat yang lebih besar.

    Baca juga :  Imunisasi Polio di Surabaya Ditarget Tuntas Tiga Hari

    “Warga Dukuh Kupang memberikan contoh kepada kita untuk kepentingan umat yang lebih besar. Mereka mengatakan dibongkar saja pak, sehingga itu menjadi tantangan buat saya menyelesaikan yang lain, sehingga banjir bisa berkurang,” tuturnya.

    Seperti diberitakan, Eri sempat melakukan sidak langsung ke kawasan perkampungan di Dukuh Kupang yang viral akibat banjir pada Jumat (8/12/2023) lalu. Di sana, ia menemukan penyebab banjir karena mayoritas teras rumah warga bangunannya menutupi saluran.

    Untuk itu, bangunan rumah warga yang menutupi saluran tersebut, harus dibongkar sebagai solusi untuk mengatasi banjir di kawasan Dukuh Kupang dan sekitarnya.

    “Ada saluran yang mengecil, itu karena apa? Karena ada (bangunan) rumah di tengah-tengah seperti itu, maka kita akan kembalikan lagi (fungsinya),” kata Eri.

    Baca juga :  Webinar ASN Belajar Jangkau 1,5 Juta Lebih Peserta Se-Indonesia.

    Selain sidak, saat itu Eri sekaligus berdiskusi dengan camat-lurah, warga dan RT-RW setempat, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Solusinya adalah aliran air akan di-crossing melalui jalan utama untuk disalurkan menuju sungai.

    “Jadi kita potong, nanti kita potong (alirannya) melewati jalan. Yang perkampungan, salurannya kita betulkan juga kita kasih box culvert. Rumah-rumah yang bangunannya di atas saluran itu dibongkar,” tandasnya. (wet)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan