Rabu, 19 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanKhofifah : Program 2024 Fokus Peningkatan Pendapatan Lewat BUMD dan UPT

    Khofifah : Program 2024 Fokus Peningkatan Pendapatan Lewat BUMD dan UPT

    SIDOARJO (Wartatransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat koordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di ruang VIP Juanda Sidoarjo, Rabu (10/1/2023).

    Rakor membahas program kerja Pemerintah Provinsi tahun 2024. Khofifah mengharapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) memaksimalkan pendapatan guna menambah belanja Pemprov Jatim di tahun ini.

    “Saya minta agar lebih dimaksimalkan sumber-sumber pendapatan belanja Pemprov Jatim, apakah itu dari BUMD atau UPT. Kinerja Bank Jatim terus ditingkatkan termasuk PT Petrogas Jatim Utama, Pelabuhan Probolinggo, serta beberapa UPT, misalnya Taman Hutan Rakyat  di Kota Batu yang mulai didatangi investor,” ungkapnya.

    Gubernur juga minta segera disiapkan Investment Project Ready to Offer (I-PRO) rencana pembangunan akses jalan Puspa Agro dan Indonesia Islamic Science Park (IISP) bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan sebagai pusat ekonomi syariah, pusat wisata, budaya, dan juga kuliner.

    Baca juga :  Golkar Jatim Yakin Kyai Marzuqi Tidak Nyalon Gubernur

    Lebih lanjut gubernur menceritakan, selama dirinya melaksanakan Ibadah Umroh,  dia menjajaki kerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) yang ada di Kota Jeddah, Senin (8/1/2024) waktu setempat, untuk mempercepat penguatan ekosistem halal di Jatim.

    Kerja sama dengan IsDB ini dilakukan melalui program reverse linkage yang meliputi pelatihan, pertukaran pengetahuan, keahlian, teknologi dan sumber daya manusia.

    Secara khusus, kerja sama ini dilakukan guna meningkatkan standar kualitas produk halal UMKM Jatim, pelatihan juru sembelih sesuai syariat Islam dan medis.  Selain itu, juga pemasaran produk halal Jatim ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah.

    “Ini adalah bagian dari proses yang terus dilakukan untuk memberikan penguatan dan percepatan untuk pengembangan ekosistem halal di Jawa Timur. Sekaligus upaya mengembangkan produk halal yang diakui oleh pasar global,’ tuturnya. (*)

    Reporter : Hidayati Firli/Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan