Selasa, 21 Mei 2024
32 C
Surabaya
More
    HeadlineIni Besaran Biaya Haji 2024 Seluruh Embarkasi dan Tahap Pelunasan BPIH

    Ini Besaran Biaya Haji 2024 Seluruh Embarkasi dan Tahap Pelunasan BPIH

    JAKARTA (Wartatransparansi.com) – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan Nilai Manfaat diterbitkan melalui Keputusan Presiden (Keppres). Keppres Nomor 6 Tahun 2024 ini diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Januari 2024.

    Keppres ini mengatur BPIH dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi. Ketentuan biaya ini berlaku bagi jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Kelompok Bimbingan lbadah Haji dan Umrah (KBIHU).

    Berikut rincian seluruh embarkasi di Tanah Air:

    1. Embarkasi Aceh sebesar Rp49.995.870;
    2. Embarkasi Medan sebesar Rp51.145.139;
    3. Embarkasi Batam sebesar Rp53.833.934;
    4. Embarkasi Padang sebesar Rp51.739.357;
    5. Embarkasi Palembang sebesar Rp53.943.134;
    6. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi) sebesar Rp58.498.334;
    7. Embarkasi Solo sebesar Rp58.562.008;
    8. Embarkasi Surabaya sebesar Rp60.526.334;
    9. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp56.510.444;
    10. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp56.471.105;
    11. Embarkasi Makassar sebesar Rp60.245.355;
    12. Embarkasi Lombok sebesar Rp58.630.888; dan
    13. Embarkasi Kertajati sebesar Rp58.498.334.

    Adapun besaran Bipih jemaah haji 2024 ini akan dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, akomodasi Makkah, akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost), dan visa.

    Besaran Bipih PHD dan Pembimbing KBIHU:

    1. Embarkasi Aceh sebesar Rp87.359.984;
    2. Embarkasi Medan sebesar Rp88.509.253;
    3. Embarkasi Batam sebesar Rp91.198.048;
    4. Embarkasi Padang sebesar Rp89.103.471;
    5. Embarkasi Palembang sebesar Rp91.307.248;
    6. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi) sebesar Rp95.862.448;
    7. Embarkasi Solo sebesar Rp95.926.122;
    8. Embarkasi Surabaya sebesar Rp97.890.448;
    9. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp93.874.558;
    10. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp93.835.219;
    11. Embarkasi Makassar sebesar Rp97.609.469;
    12. Embarkasi Lombok sebesar Rp95.995.002; dan
    13. Embarkasi Kertajati sebesar Rp95.862.448.

    Bipih PHD dan KBIHU ini dipergunakan untuk biaya penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan di Arafah, Mudzalifah, dan Mina, pelindungan, pelayanan di embarkasi atau debarkasi, pelayanan keimigrasian, premi asuransi dan pelindungan lainnya, dokumen perjalanan, biaya hidup (living cost), pembinaan jemaah haji di tanah air dan Arab Saudi, pelayanan umum di dalam negeri dan Arab Saudi, dan pengelolaan BPIH.

    Keppres Biaya Haji ini juga mengatur tentang Besaran BPIH Tahun 1445 H/2024 M yang bersumber dari Nilai Manfaat yang digunakan untuk membayar selisih BPIH dengan besaran Bipih sebesar Rp8.200.040.638.567. Sementara Nilai Manfaat untuk Jemaah Haji Khusus sebesar Rp14.558.658.000.

    Pelunasan Bpih  

    Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie mengimbau, jemaah reguler yang daftar namanya tercantum dalam Surat Edaran Dirjen PHU untuk mempersiapkan proses pelunasan biaya haji. Menurutnya, pelunasan Bipih jemaah haji reguler tahap pertama dibuka mulai 10 Januari hingga 12 Februari 2024.

    “Jemaah yang namanya sudah masuk ke dalam alokasi kuota haji 1445 H/2024 M kami imbau agar segera melakukan pelunasan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). Waktu pelunasan Bipih reguler dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB,” jelas Anna.

    Anna merinci, pelunasan tahap pertama dapat dilakukan jemaah haji reguler yang memenuhi kriteria berikut:

    1. a) jemaah haji reguler sesuai nomor urut porsi keberangkatan 1445 H/2024 M;
    2. b) jemaah haji reguler yang masuk prioritas lanjut usia; serta
    3. c) jemaah haji reguler yang masuk dalam urutan nomor porsi cadangan.

    Seperti diketahui, Arab Saudi telah menetapkan kuota haji Indonesia 1445 H/2024 M sebanyak 241.000. Jumlah ini terdiri atas 221.000 kuota normal dan 20.000 kuota tambahan. (wet)

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan