Minggu, 19 Mei 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPemkot Surabaya Kebut Pemasangan dan Koneksikan Saluran di Permukiman Warga

    Pemkot Surabaya Kebut Pemasangan dan Koneksikan Saluran di Permukiman Warga

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Jelang musim hujan, Pemkot Surabaya terus mengebut pemasangan hingga koneksitas saluran di permukiman warga. Hal ini dilakukan untuk antisipasi genangan menjelang musim hujan yang diperkirakan akan mulai pada awal Desember 2023 mendatang.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sebenarnya Surabaya bukan termasuk wilayah yang rawan banjir, meski begitu Pemkot Surabaya terus berupaya melakukan antisipasi. Bagi dia, di Surabaya itu tidak ada yang namanya banjir, Surabaya itu adanya genangan.

    “Karena setelah 30 menit, maksimal, di Surabaya genangan itu sudah hilang,” kata Eri, Jumat (3/11/2023).

    Ia bersama jajaran Pemkot Surabaya sudah berkomitmen seluruh wilayah di Surabaya bisa terbebas dari genangan saat musim hujan nanti. Oleh karena itu, ia memastikan meneruskan RPJM pada masanya Tri Rismaharini.

    Baca juga :  Easy Paspor Pasar Atom Mall Diinisiasi Imigrasi Tanjung Perak Diserbu Pemohon

    “Saya tidak ingin ada hujan lalu ada genangan, itulah yang sekarang kami minta seluruh wilayah di perkampungan yang ada genangan, kami pasang saluran, kami koneksikan,” tuturnya.

    Menurutnya, fungsi saluran air di musim hujan itu sangat penting, makanya saat ini pemkot terus mengebut pembuatan saluran atau pun koneksitas saluran di kawasan-kawasan yang belum memiliki saluran air, terutama di kawasan permukiman warga.

    “Kalau tidak punya saluran kami buatkan saluran, dan itu akan kami bangun. Itu target selesai tahun 2023. Tapi kalau masih ada yang belum selesai di 2024, maka di bulan Maret 2024 harus sudah selesai,” tegasnya.

    Dengan berbagai upaya itu, dia berharap genangan yang biasa terjadi di musim hujan bisa berkurang. Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan agar tidak memicu timbulnya genangan di musim hujan dengan kerja bakti membersihkan saluran air yang tersumbat.

    Baca juga :  Waspada Risiko Penularan DBD di Kota Surabaya

    “Terus kita juga harus saling mengingatkan satu dengan yang lainnya, yang terpenting adalah jaga kebersihan, jaga saluran. Karena Surabaya akan terbebas dari genangan ketika saluran itu bersih. Ketika ada kerja bakti dan ketika ada care dari masyarakat sekitar,” kata dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengakui bahwa pihaknya saat ini memang tengah mengebut pembangunan saluran dan koneksitas saluran di perkampungan warga. Bahkan, pengerukan saluran juga terus dilakukan untuk antisipasi musim hujan.

    “Kalau untuk pembangunan dan koneksitas saluran target akhir tahun ini sudah hampir 80 persen. Kalau untuk pengerukan kami sudah melakukan pengerukan sejak awal tahun di saluran-saluran utama, dan itu terus kami lakukan hingga saat ini,” katanya.

    Baca juga :  Minggu Pagi, Festival Rujak Uleg 2024 Digelar di Taman Surya

    Meski begitu, ia mengakui bahwa di minggu-minggu ini, pihaknya sedang fokus pada pembersihan enceng gondok di saluran-saluran primer. Menurutnya, kalau tidak dibersihkan, enceng gondok itu akan sangat berpotensi untuk menghambat laju air di dalam saluran. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan