Sabtu, 24 Februari 2024
28 C
Surabaya
More
    NasionalPresiden Jokowi Silaturohmi dengan Kiai Sepuh di HBNO Surabaya

    Presiden Jokowi Silaturohmi dengan Kiai Sepuh di HBNO Surabaya

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar melakukan kunjungan silaturahim dengan para kiai sepuh di Hoofdbestur Nahdlatoel Oelama (HBNO) atau kantor pertama PBNU yang kini jadi Kantor PCNU Kota Surabaya, Ahad (22-10-2023).

    Silaturahim Presiden Jokowi ini dilakukan setelah ia menghadiri rangkaian acara. Dari Apel Hari Santri di Tugu Pahlawan dan Pengukuhan Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa di Stadion Angkatan Laut Bumi Moro Surabaya. Jokowi melamjutkan di HBNO pukul 09.23 WIB disambut oleh para kiai sepuh. Kemudian bersama sekitar 20 kiai sepuh NU, Jokowi melakukan pertemuan secara tertutup hingga pukul 10.30 WIB.

    Baca juga :  Presiden Melantik Hadi Sebagai Menko Polhukam dan AHY Jadi Menteri ATR

    Ketua PBNU H Umarsyah mengatakan, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan para kiai sepuh itu berlangsung hanya sebatas silaturahim, tanpa menyinggung soal politik praktis.

    “Tidak disinggung masalah politik praktis. Ini nggak ada yang dibahas khusus kecuali silaturahim, dan pembicaraannya tertutup,” kata Umarsyah saat memberikan keterangan kepada wartawan usai Presiden Jokowi meninggalkan HBNO.

    Umarsyah menyatakan bahwa Presiden Jokowi bahagia lantaran bisa memenuhi keinginan santri di Indonesia. Sebab sejak terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, Presiden Jokowi baru kali ini berkesempatan merayakan Hari Santri 2023 bersama para santri dan kiai.

    “Tapi sebagai forum silaturahim tentu isinya saling memberikan pesan. (Kiai sepuh berharap Presiden Jokowi) bisa menyelesaikan rencana pembangunan yang sudah ditetapkan. Harapannya itu,” katanya.

    Baca juga :  Menkomifo : Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

    Umarsyah mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dan para kiai sepuh NU berlangsung dengan hangat, penuh keceriaan. Istilahnya ger-geran.

    “Biasa kalau NU ketemu, apalagi agendanya silaturahim tentu ger-geran bukan gegeran,” katanya.

    Umarsyah kemudian menekankan kembali bahwa pertemuan itu sama sekali tidak menyentuh persoalan politik praktik, sehingga tidak ada pernyataan politik yang perlu disampaikan. Ia menuturkan, bahwa ia merasa bahagia karena banyak kader NU yang maju pada dalam kontestasi politik. Meski PBNU secara kelembagaan tak mau terlibat dalam politik praktis.

    “Kami senang kader-kader NU banyak yang maju di Pilpres. Tapi kami tidak menyatakan dukung-mendukung di antara mereka,” ungkapnya.

    Beberapa kiai yang juga hadir dalam pertemuan bersama Presiden Jokowi ialah Katib ‘Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Wakil Rais ‘Aam PBNU Anwar Iskandar, Mustasyar PBNU KH Anwar Manshur, Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, dan Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh.

    Baca juga :  Menkomifo : Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

    Beberapa jajaran tanfidziyah PBNU juga turut hadir dalam pertemuan ini. Di antaranya Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni, dan Ketua PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz. (*)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan