Ketua Asosiasi Batik Banyuwangi Firman Sauqi menerangkan, motif Sembruk Cacing merupakan motif yang cukup tua yang dimiliki oleh Banyuwangi. Motif ini memiliki filosofi kesuburan.
“Sembruk memiliki arti rumah, dan cacing sendiri merupakan hewan melata yang mempunyai peran penting dalam membantu menguraikan bahan organik menjadi zat hara di dalam tanah sehingga tanahnya menjadi subur,” ujar Firman.
Sejak 2013 beragam motif batik telah diangkat pada BBF dan rangkainnya. Seperti Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah, Blarak Sempal, Sekar Jagad Blambangan, dan lainnya.
Selain Fashion on Pedesterian, untuk mengenalkan motif Sembruk Cacing pada generasi muda, rangkaian even BBF juga menggelar lomba desain motif batik. Event ini menciptakan 45 desain motif batik tema Sembruk Cacing.
“Kami juga menggelar lomba mencanting batik untuk pelajar SD,” ujar Firman.
Salah satu desainer muda, Andi Dharma (26), mengaku sangat antusias dengan ajang fashion semacam ini. Menurutnya, ini adalah cara untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Event semacam ini adalah kesempatan bagi para desainer yunior seperti kami untuk menambah pengalaman karena bertemu para senior yang terus membimbing,” ujar Andi. (*).





