Sabtu, 18 Mei 2024
30 C
Surabaya
More
    NasionalPresiden Tinjau Smelter Freeport dan Groundbreaking Pabrik Foil Tembaga di Gresik

    Presiden Tinjau Smelter Freeport dan Groundbreaking Pabrik Foil Tembaga di Gresik

    GRESIK (Wartatransparansi.com) – Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking proyek pembangunan pabrik foil tembaga PT Hailiang Nova Material Indonesia, yang ada di
    Kawasan Industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa
    (20/6/2023).

    Hailiang Grup yang notabene adalah salah satu produsen pipa dan batang tembaga terbesar
    dunia tersebut telah menandatangani pembelian lahan seluas 20 hektar di kawasan JIIPE
    untuk pembangunan pabrik dengan nilai investasi US$ 849 juta.

    Presiden juga melakukan peninjauan proyek pembangunan pabrik instalasi pemurnian dan
    pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia yang juga berada di Kawasan Industri
    JIIPE. Smelter PTFI memiliki kapasitas 1,7 juta dry metric ton dan ditargetkan proses
    konstruksi selesai pada akhir 2023.

    Operasi komersial diharapkan efektif pada Mei 2024. Smelter ini akan menjadi peleburan
    tembaga single line terbesar di dunia. Pabrik Smelter diproyeksikan akan memenuhi
    kebutuhan konsentrat tembaga, gipsum, asam sulfat, maupun lumpur anoda ke beberapa
    industri.

    Baca juga :  Ketua Komisi l DPR Sebut Belum Ada Naskah Revisi UU Penyiaran yang Resmi

    "Pembangunan pabrik pengolahan tembaga ini akan mendongkrak roda perekonomian
    Indonesia khususnya Jawa Timur. Bahkan melalui pabrik ini, harapan menjadikan Indonesia
    sebagai negara maju dari negara berkembang akan segera terwujud, ungkap Presiden
    Jokowi.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut mendampingi
    Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya serta mendukung penuh terhadap industri
    pengolahan bahan mentah tembaga di Jawa Timur.

    Khofifah yakin kehadiran dua pabrik ini akan semakin memperkuat posisi Jawa Timur dalam
    rantai pasok di bidang peleburan dan produksi tembaga dan menjadikan Jawa Timur simpul
    ekonomi dunia. Salah satunya dengan suplai kebutuhan copper foil dan katoda baterai baik
    bagi Indonesia dan luar negeri dari wilayah KEK JIIPE Gresik.

    Baca juga :  Ketua Komisi l DPR Sebut Belum Ada Naskah Revisi UU Penyiaran yang Resmi

    "Diperlukan 59 kg copper foil untuk satu mobil listrik. Di sini ada potensi besar untuk
    menarik investasi dalam hal mobil listrik dan produksi baterainya di Indonesia. Apalagi, kita
    tidak perlu mengekspor tembaga mentah ke luar negeri karena dapat memproduksi sendiri,
    imbuhnya.

    Karena semua diproduksi di dalam negeri, kita bisa memberikan nilai tambah bagi hasil-
    hasil produksi kita. Ini akan menguatkan dan menjaga roda perekonomian Jatim terus
    berputar, tambah dia.

    Khofifah menyebut kehadiran pabrik ini juga akan semakin memperluas lapangan kerja bagi
    masyarakat Jawa Timur. Sumber daya manusia (SDM) unggul Jawa Timur berpeluang besar
    untuk bekerja memenuhi permintaan pabrik-pabrik yang berdiri di kawasan JIIPE.

    Dibangunnya integrasi pabrik PT. Hailiang dan smelter PT. Freeport ini membuka peluang
    kerja baru bagi tenaga kerja terbaik Jatim. Mereka juga bisa mendapatkan pengalaman baru
    lewat pelatihan tenaga kerja di luar negeri seperti yang pak Menkomarves sampaikan tadi, ungkap Khofifah.

    Baca juga :  Ketua Komisi l DPR Sebut Belum Ada Naskah Revisi UU Penyiaran yang Resmi

    Semoga semua ini memberikan penguatan-penguatan bagi kemajuan Jatim. Harapannya
    Jatim terus berkembang sebagai wilayah yang memfasilitasi kemudahan beriventasi sehingga
    menjadi primadona bagi investor baik dalam dan luar negeri, pungkasnya

    Untuk diketahui, smelter ini memiliki kemampuan produksi konsentrat 1,7 juta ton pertahun
    yang menghasilkan katoda tembaga 600ribu ton per tahun. "Inilah yang nantinya harus
    diintegrasikan dengan nikel di Sulawesi, bauksit di Bintan dan Kalimantan Barat, Timah di
    Bangka Belitung serta bisa diserap oleh copper foil disini sehingga terintegrasi menjadi EV
    Battery/Litium Battery.

    Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
    Pandjaitan menekankan pentingnya pembangunan pabrik tembaga dan smelter ini. Luhur
    mencotohkan, salah satu perusahaan kendaraan listrik besar dunia telah menyatakan
    ketertarikan mereka berinvestasi di Indonesia dan Jawa Timur.

    Pabrik pengolahan tembaga dalam negeri akan memenuhi kebutuhan Indonesia dan dunia, serta memberikan peluang kerja dan pendidikan yang baru, pungkasnya. (*)

    Reporter : Soejono Muhammad

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan