Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Renungan PagiMengekang Amarah, Sabar dan Memberi saat Terbatas

    Hikmah Ramadhan hari ke 8

    Mengekang Amarah, Sabar dan Memberi saat Terbatas

    Oleh H. Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi.com

    Tujuan utama puasa wajib di bulan suci Ramadan, bulan pemberian mahkota untuk umat Nabi Muhammad Shollahu Alaihi Wassalam, ialah untuk mencapai peningkatan dan penguatan ketaqwaan.

    Taqwa dalam bahasa populer ialah menjalankan semua perintah Allah Subahanahu wa Ta’ala, dan mampu mencegah dan menjauhi semua larangan dari Allah Tuhan Yang Esa dan Maha Kuasa.

    Apakah puasa sekedar menahan lapar dan dahaga, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, di setiap negara dimana mukminin dan mukminat bermukim. Dan ada pengecualian bagi muslimin dan muslimin yang tinggal di negara yang kadang bisa bisa menjalankan puasa hampir 22 jam lebih, sehingga boleh memilih menjalankan puasa dengan pedoman matahari negara terdekat.

    Mengapa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga? Karena menahan nafsu syahwat tidak berhubungan badan bagi suami isteri juga dilarang pada saat waktu berpuasa, dengan ancaman hukuman jika melanggar dengan memilih salah satu dari hukuman ini, yaitu; (membebaskan budak, memberi makanan 60 fakir miskin, atau membayar dengan puasa 2 bulan atau 60 hari berturut turut).

    Bahkan bulan suci Ramadan, dengan sebutan lain bulan “membersihkan ruh” terdapat rahmat, maghfiro (ampunan) dan pembebasan dari api neraka. Sehingga umat Islam bukan sekadar puasa, tetapi berlomba lomba menemukan keajaiban itu. Dengan mengekang amarah, sabar, dan memberi saat terbatas.

    Apalagi pada tanggal 17 Ramadan atau 8 April 2023, diperingati sebagai tetenger turunnya Al Qur’an atau populer disebut Nuzulul Qur’an serta 10 hari terakhir ada “satu malam” dinilai dengan ibadah selama “seribu bulan”, atau populer disebut Malam Lailatul Qadar.

    Bukan hanya itu, berbagai untaian ibadah ketika biasanya dilipatkan 10 kali lipat hingga 700 kali ganjaran, khusus dilakukan bersamaan dengan puasa di bulan Ramadan, Allah SWT menjanjikan dengan  kelipatan pahala tidak terhingga atau Suka Suka Allah.

    Lalu seperti apakah puasa Ramadan dijalankan secara sederhana. Dalam ajaran memanjatkan niat berpuasa sebagaimana para ulama terdahulu sudah memberi fatwa dengan membunyikan niat, “Niat puasa Ramadan sampailah sebulan penuh, dengan ngeker (menjaga) dan menjauhi semua perkara yang bisa membatalkan puasa.  Termasuk tidak menggunjing, tidak memanjakan nafsu iri dan dengki. Apalagi suka memaki maki. Memperbanyak Istighfar (memohon ampunan) juga membiasakan infak dan sadaqoh, serta memberikan makanan atau minuman bagi sesama muslim yang berpuasa. Sebuah implementasi akhlaq mulia dan akhlaq dengan derajat tertinggi.

    Dalam bahasa Al-Qur’an sebagaimana tersurat pada ayat 130-136 Surat Al-Imran; Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130).

    Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir. (QS. 3:131). Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132).

    Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS.3:133).

    (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

    (QS. 3:134). Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:135).

    Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. 3:136)..(*)

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan