Sabtu, 22 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurTubanBubur Muhdhor Takjil Khas Tuban Muncul Setiap Ramadhan

    Bubur Muhdhor Takjil Khas Tuban Muncul Setiap Ramadhan

    BUBUR Muhdhor ini adanya hanya di kabupaten Tuban Jawa Timur. Masyarakat  yang sedang nusyafir ke Tuban, sempatkan mampir sejenak di Masjid Al Muhdhor Jalan Pemuda Tuban.

    Bubur ini muncul setahun sekali yakni pada bulan suci Ramadhan. Dibuat oleh etnis Arab atau di kampung Arab sekitar masjid tersebut. Bubur muhdhor sengaja oleh mereka dihadirkan pada Ramadhan sebagai menu utama berbuka untuk para jamaah.

    Menurut  takmir  Masjid Al-Muhdhor, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Habib Agil Bunumey, bubur beraroma gulai kambing dan rempah khas Timur Tengah, warnanya kecokelatan campur warna kuning.

    Bubur muhdhor tersebut terbuat dari beras, bumbu rempah gulai, santan, dan kambing. Uniknya, sajian bubur ini dimasak bersama para warga keturunan Arab di Masjid Al-Muhdhor di Jalan Pemuda.

    “Sebelum penjajahan Belanda sudah ada bubur muhdhor ini. Kemudian diteruskan sebagai tradisi hingga sekarang,” cerita Habib Agil, belum lama ini.

    “Penyajiannya dari bumbu-bumbu yang khas, di antaranya bumbu rempah-rempahnya yang kuat khas Timur Tengah, 15 kilogram daging kambing, beras buburnya rata-rata setiap hari 30 kilogram,’’ sebutnya, seraya menambahkan jika sudah dimasak akan menjadi 500 porsi, kemudian dibagikan kepada jemaah masjid serta warga sekitar.

    Agil menjelaskan, bubur mudhor dimasak dengan cara tradisional di dandang besar yang terbuat dari kuningan, bergaris tengah satu meter dengan tinggi sekitar 1,3 meter.

    Selama dimasak, bahan-bahan bubur terus diaduk oleh pengurus Masjid Al-Muhdhor secara bergantian. Pengurus masjid biasanya mulai memasak bubur setelah zuhur dan selesai saat asar.

    Masih dari cerita Habib Agil, dulu awal mulanya masyarakat setor bahan bakunya ke masjid. Ada yang setor kelapa, beras, daging kambing, kayu bakar dan lainnya secara spontan.

    “Akhirnya lama-lama ditanggung pembiayaannya oleh satu keluarga dan pembuatannya ditanggung oleh jemaah dan takmir masjid di sini,” kata Habib yang juga imam masjid setempat.

    Dikutip dari laman PemkabTuban, Habib Agil menyebutkan bahwa  bubur tersebut dibagi-bagikan ke rumah warga mulai dari tahun 40-an hingga 60-an.

    “Saya waktu masih kecil juga ikut ngantar ke rumah-rumah warga langsung. Tapi sekarang sudah berganti warga yang datang ke masjid,” ceritanya. (min)

    Reporter : Amin

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan