Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKota Surabaya Borong Penghargaan PPKM Award dan Penerapan SPBE

    Kota Surabaya Borong Penghargaan PPKM Award dan Penerapan SPBE

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kerja keras Pemkot Surabaya bersama semua stakeholder dan masyarakat Kota Surabaya dalam melawan pandemi Covid-19, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Apresiasi dalam bentuk penghargaan PPKM Award dari berbagai kategori. Di hari yang sama, pemkot juga menerima penghargaan bergengsi dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

    Untuk PPKM Award, pemkot memborong semua penghargaan di tiga kategori. Pertama, Kategori Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik. Kedua, Kategori Laboratorium dengan Performa Pemeriksaan Covid-19 Terbaik, yaitu Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya, Laboratorium RS National Hospital Surabaya, dan BBTKLPP Surabaya. Ketiga, Kategori Sentra Vaksinasi Covid-19, yaitu Sentra Vaksinasi Royal Plaza Kota Surabaya. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2023).

    Presiden Jokowi dalam sambutannya, berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari wabah Covid-19. Mulai dari fasilitas kesehatan, karantina hingga menyiapkan bantuan sosial bagi masyarakat.

    Baca juga :  Gaungkan Slogan SMS, Dokter Agung Apresiasi Kesuksesan Tour de Panderman 2024

    “Dibandingkan dengan rata-rata dunia, Indonesia termasuk negara yang berhasil menangani Covid-19. Dan Bapak – Ibu adalah bagian dari kerja keras dan perjuangan yang telah kita lakukan,” tuturnya.

    Wali Kota Eri Cahyadi yang menerima langsung penghargaan itu mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan penghargaan PPKM Award dari berbagai kategori.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Kota Surabaya, mulai dari relawan, pengusaha, perguruan tinggi, dan semuanya yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Surabaya.

    “Makanya, penghargaan ini saya dedikasikan untuk warga Surabaya karena sejatinya yang berhak menerima penghargaan ini adalah seluruh warga Kota Surabaya,” katanya.

    Ia juga bersyukur karena berkat perjuangan yang tiada henti, semangat yang tidak pernah luntur dan gotong royong yang selalu menolong, akhirnya Kota Surabaya bisa terbebas dari pandemi Covid-19. Inilah kekuatan Surabaya dan ciri khas Arek-arek Suroboyo.

    Penghargaan SPBE

    Di hari sama, Pemkot Surabaya juga meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Digital Government Award di Jakarta. Penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya adalah, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

    Baca juga :  Rencana Revitalisasi Eks THR-TRS, Tahap Awal Dikerjakan Bulan Juli

    Penghargaan penerapan pelayanan SPBE ini, diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas, kepada Wali Kota Eri Cahyadi. Disaksikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, sejumlah menteri, gubernur, dan bupati/wali kota se-Indonesia.

    Eri mengatakan, diraihnya penghargaan ini karena Pemkot Surabaya dinilai menjadi yang terbaik dalam kategori penerapan layanan SPBE, dan sukses menerapkan pemerintahan digital secara terintegrasi dan lebih maju.

    “Kami menerapkan digitalisasi di segala lini, karena selain mempercepat pelayanan publik, juga membuat semuanya menjadi transparan dan akuntabel, mengurangi signifikan potensi korupsi,” katanya.

    Ia menjelaskan, saat ini ekspektasi masyarakat terhadap kecepatan dan kualitas pelayanan publik semakin tinggi. Bahkan, pelayanan publik kerap dibandingkan dengan pelayanan di sektor swasta seperti perbankan yang cepat dan efektif. Maka dari itu, instansi pemerintahan tidak boleh lagi berada di zona nyaman.

    Baca juga :  Satpol PP Eksekusi Paksa 14 Tiang Provider di Jalan Karet  

    “Kuncinya hanya satu, yaitu digitalisasi. Dengan digitalisasi, layanan semakin cepat, semakin presisi karena jalurnya jelas. Tak ada lagi orang ketemu orang, tidak ada diskriminasi orang tertentu didahulukan dibanding yang lain, karena semua by digital (serba digital). Itu sudah kita masifkan di Surabaya, di segala lini layanan,” jelasnya.

    Eri mencontohkan, bagaimana integrasi pelayanan publik bisa dilakukan antara Pemkot Surabaya, Pengadilan Negeri, dan Pengadilan Agama untuk berbagai dokumen kependudukan. Demikian pula dengan integrasi pelayanan dengan Kementerian Agama untuk penanganan stunting, dari data calon pengantin yang terintegrasi dengan Puskesmas.

    “Sehingga, begitu calon pengantin ini bersiap, dicek mulai dari soal kesehatannya, apakah ada risiko kekurangan energi kronis atau kekurangan gizi, sehingga bisa diantisipasi agar kelak anaknya tidak berpotensi stunting. Ini bukti bahwa integrasi pelayanan bisa menjawab berbagai persoalan,” paparnya.

    Integrasi data stunting itu, lanjutnya, kemudian ditautkan dengan berbagai fasilitas kesehatan, dunia usaha, hingga sekolah untuk diberi solusi secara bersama-sama. Hasilnya, prevalensi stunting Surabaya turun drastis menjadi 4,8 persen pada 2022, terendah se-Indonesia. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan