Jumat, 21 Juni 2024
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaBentuk UPTD Rusun untuk Maksimalkan Pengelolaan Rumah Susun di Surabaya

    Bentuk UPTD Rusun untuk Maksimalkan Pengelolaan Rumah Susun di Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Belum maksimalnya pengelolaan rumah susun (rusun) di Kota Surabaya, mengharuskan Pemkot Surabaya membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusun. UPTD tersebut digadang-gadang akan mampu memaksimalkan manajerial dan operasional rusun di Kota Surabaya.

    Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Irvan Wahyudrajad, UPTD Rusun berlandaskan Perwali 8/2023 tentang  Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Susun pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya.

    Sedangkan tujuan utama dibentuknya UPTD Rusun, untuk memaksimalkan tata kelola flat milik Pemkot Surabaya itu. Dengan adanya UPTD ini, maka ke depan manajerial dan operasionalnya bisa lebih profesional.

    Baca juga :  Jumlah Hewan Kurban Capai 434.843 Ekor, Indikasi Ekonomi Masyarakat Jatim Meningkat

    “Jadi, ini dibentuk supaya manajerial dan teknis operasional di lapangan bisa lebih profesional,” kata Irvan, Rabu (15/3/2023).

    Makanya, tugas UPTD Rusun ini sesuai dengan Perwali 8/2023 adalah melaksanakan kegiatan teknis operasional di wilayah kerjanya dalam mengelola rumah susun. Salah satu layanannya adalah memastikan tidak ada kerusakan fasilitas rusun, sehingga apabila ada fasilitas yang rusak, seperti genting bocor atau taman rusak dan lainnya, maka UPTD ini akan segera membenahi sarpras tersebut.

    “Inilah layanan pemkot ke depannya untuk penghuni rusun di Surabaya. Sekali lagi, insya Allah ke depannya pelayanan di rusun akan lebih profesional dari berbagai bidang,” katanya.

    Bahkan, ke depan Pemkot Surabaya berencana mengembangkan UPTD Rusun ini menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau bahkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Surabaya.

    Baca juga :  Terima Sapi dari Khofifah, Golkar Jatim Kirim Hewan Kurban ke PWNU dan PWM

    “Insya allah kita upayakan tahun ini sudah ada progres. Kalau sudah menjadi BLUD atau BUMD, tentu semuanya akan lebih profesional,” ujarnya.

    Di samping itu, Irvan juga menegaskan bahwa rusun itu adalah tempat transit bagi warga Surabaya yang ekonominya lemah. Makanya, mereka nantinya juga akan diintervensi dan diberikan berbagai pelatihan supaya perekonomiannya bisa meningkat dan akhirnya mereka bisa “lulus” dari rusun itu.

    “Saat ini sudah banyak berbagai pelatihan yang juga menyasar warga rusun, sehingga kami berharap rusun itu hanya menjadi tempat transit, kalau ekonominya sudah berdaya, mereka bisa mencari tempat lain untuk tempat tinggalnya, dan akan langsung kami ganti ke warga lainnya,” imbuhnya.

    Baca juga :  Warga Diminta tak Buang Limbah Rumen Hewan Kurban Sembarangan

    Sementara itu, Kepala UPTD Rusun, Adinda Setyoningrum menyampaikan, tupoksi UPTD Rusun ini adalah memberikan pelayanan dan mengelola rusun. Karena itu, ia berharap, ke depan pengelolaan rusun ini bisa lebih professional. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan