Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTim Verifikasi ODF Optimistis Surabaya Bebas BAB Sembarangan Tahun 2023

    Tim Verifikasi ODF Optimistis Surabaya Bebas BAB Sembarangan Tahun 2023

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Tim Verifikasi Open Defecation Free (ODF) Pemprov Jatim optimistis, tahun 2023 ini Kota Surabaya akan bebas dari kebiasaan warga yang melakukan buang air besar (BAB) sembarangan.

    Sekda Ikhsan menyampaikan, kedatangan Tim Verifikasi Open Defecation Free (ODF) Pemprov Jatim, melakukan pengecekan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kota Surabaya, salah satunya pada menghentikan perilaku BAB sembarangan.

    “Tim verifikasi mengecek yang berkaitan dengan ODF atau stop BAB sembarangan di Kota Surabaya seperti apa. Karena Pak Wali Kota selalu menyampaikan bagaimana upaya kita mensejahterakan masyarakat. Salah satunya membantu masyarakat terhadap perilaku hidup sehat pada proses sanitasi melalui pembangunan jamban,” kata Ikhsan.

    Dikatakan, Pemkot Surabaya menyiapkan 11.000 titik pengerjaan jamban, sebagai upaya bebas ODF. Pengerjaan tersebut terbagi menjadi dua, yakni 8.000 titik pengerjaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya dan 3.000 diantaranya dilakukan oleh Baznas Surabaya.

    “Tahun ini di Surabaya ada 11.000 yang kita siapkan untuk pembangunan jamban di masyarakat, karena memang masih ada warga kita yang masih belum punya jamban. Sampai bulan Februari dan Maret ini, sudah 4.000 pengerjaan yang selesai,” ujarnya.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Ganti Kendaraan Kepala OPD dengan Tenaga Listrik Sistem Sewa

    Karenanya, Ikhsan menerangkan dalam penuntasan BAB sembarangan di Kota Surabaya, seluruh elemen turut terlibat. Hal ini sebagaimana dengan budaya gotong-royong. Bahkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai program kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis, salah satunya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada program UHC.

    “Insya Allah target kita tahun ini Surabaya sudah bebas dari BAB sembarangan, tentunya ini mengubah perilaku masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup sehat. Pendekatan di lapangan juga sudah dilakukan terutama oleh kecamatan, kelurahan, dan Kader Surabaya Sehat (KSH),” terangnya.

    Ia mengaku bahwa peran aktif dan kesadaran masyarakat Kota Surabaya terhadap kepeduliannya dalam lingkungan terus meningkat. Peningkatan PHBS itulah yang diapresiasi oleh Tim Verifikasi ODF Pemprov Jatim.

    Ketua Tim Verifikasi ODF Pemprov Jatim M. Yoto mengatakan, pada verifikasi tahap awal ini, pihaknya menjelaskan teknis verifikasi ODF. Selanjutnya, pada Rabu (15/3/2023) tim verifikasi akan terjun di 20 kelurahan untuk mencocokkan hasil laporan Pemkot Surabaya dengan kondisi di lapangan.

    “Besok rencananya kita menuju ke lapangan kepada yang sudah terpilih tadi, menyesuaikan dari laporan yang ada dan kemudian di lapangan seperti apa. Tim kami provinsi akan melihat kondisi di lapangan,” kata Yoto.

    Baca juga :  Jelang Peresmian Kota Lama Surabaya, hanya Suroboyo Bus Melewati Zona Eropa

    Mewakili Tim Verifikasi ODF Pemprov Jatim yang lain, ia mengapresiasi strategi Pemkot Surabaya dalam upaya percepatan bebas BABS di Kota Pahlawan.

    “Strategi Surabaya luar biasa, bisa memecah kebuntuan. Salah satunya adalah dengan kebijakan diskresi, sekaligus kolaborasi dengan pihak lain,” terangnya.

    Nantinya, pada 16 Maret 2023, seusai dilakukan verifikasi lapangan, pihaknya akan menggelar rapat pleno sebagai penentuan Kota Surabaya Menuju ODF 2023.

    “Saya kira Surabaya dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki potensi yang besar dengan terobosannya, Insya Allah Surabaya bisa. Tanggal 16 Maret 2023, setelah verifikasi dan temuan di lapangan nanti akan ada sidang pleno dan kemudian kita umumkan disitu,” terangnya.

    Meski begitu, Yoto berharap Kota Surabaya beserta kabupaten/kota lainnya di wilayah Pemprov Jatim, harus mengajak masyarakat dalam penerapan PHBS.

    “Surabaya luar biasa tidak ada catatan khusus, apalagi sudah dijelaskan dengan berbagai strategi yang melibatkan masyarakat. Secara umum, kabupaten/kota lain harus tetap memelihara kebersihan, itu menjadi bagian penting karena masyarakat dengan situasi berbeda bisa berubah. Sehingga pendampingan itu tetap harus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak,” ujarnya.

    Baca juga :  Kota Lama Surabaya akan Diresmikan 23 Juni 2024, Zona Arab Menyusul

    Dalam kegiatan Verifikasi Kota Surabaya Menuju Open Defecation Free (ODF) Tahun 2023, di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya, Selasa (14/3/2023), Sekda Pemkot Surabaya, Ikhsan mendampingi Ketua Tim Verifikasi ODF Pemprov Jatim Mohamad Yoto beserta perwakilan dari UNICEF Afriyanto, USAID IUWASH Tangguh Ratih, BKMP (Badan Kerja Sama dan Manajemen Pengembangan) Unair Corie Indria dan Ronnie Prasetyo, dan Ketua Umum APPSANI (Asosiasi Pengelola dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesia Koen Irianto Uripan melakukan pengambilan sampel verifikasi pada 20 kelurahan dari 10 kecamatan di Kota Surabaya.

    Sebanyak 20 kelurahan dari 10 kecamatan di Kota Surabaya. Antaranya, Kelurahan Asemrowo dan Genting Kalianak dari Kecamatan Asemrowo, Kel. Rungkut Tengah dan Rungkut Menanggal dari Kec. Gunung Anyar, Kel. Kalisari dan Kejawan Putih Tambak dari Kec. Mulyorejo, serta Kel. Kutisari dan Panjang Jiwo dari Kec. Tenggilis Mejoyo.

    Selanjutnya, Kel. Sidotopo Wetan dan Bulak Banteng dari Kec. Kenjeran, Kel. Kebonsari dan Ketintang dari Kec. Jambangan, Kel. Gayungan dan Ketintang dari Kec. Gayungan, Kel. Dukuh Kupang dan Prada Kali Kendal dari Kec. Dukuh Pakis, serta Kel. Tembok Dukuh dan Bubutan dari Kec. Bubutan. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan