Arif mengungkapkan, data PDAM Surya Sembada menyebut pada Januari sebanyak 1457 pelanggan golongan 1.2 dan 141035 pelanggan golongan 1.3. Maka tagihan rekening PDAM pada golongan 1.2 dan 1.3 mengalami penurunan pasca harmonisasi tarif
“Tapi memang ada dari beberapa yang harus bayar lebih karena pemakaiannya lebih tinggi. Pemakaian diatas 30 meter kubik kena tarif Rp 2600 permeter kubik. Kita dorong masyarakat untuk menghemat pemakaian,” katanya.
Arif menyatakan, agar subsidi tidak salah sasaran, pihaknya terus melakukan validasi data pelanggan yang akurat. Sehingga data tersebut bisa masuk pada tarif kelompok masing-masing.
“Validasi ini lewat sistem. Dulu kan kelompoknya banyak. Sekarang hanya golongan 1, 2 dan 3. Nah migrasinya by sistem, kalau ada komponen pelanggan yang tidak sesuai sistem atau nyantol, silahkan memvalidasi kami. Mungkin tidak cocok,” ungkapnya.
Ia menambahkan, validasi data pelanggan Harmonisasi Tarif kemungkinan dilakukan sampai bulan Juni 2023.
Dan ia mengaku pendapatan PDAM bertambah pasca diberlakukannya Harmonisasi Tarif.
“Jika dibandingkan pada Januari 2022 sebesar Rp 61 milyar, di Januari 2023 sebesar Rp 72 milyar. Sedangkan di Februari yang sebelumnya Rp 63,2 miyar sekarang menjadi Rp 85 miyar. Ini didapat dari pelanggan industri,” pungkasnya. (dji)





