Selasa, 7 Februari 2023
24 C
Surabaya
More
    SUlTENGLibur Imlek, Harga Beras Fluktuatif

    Libur Imlek, Harga Beras Fluktuatif

    SULTENG (Wartatransparansi.com) –  Di Tahun Baru Imlek, Harga beras di pasar Inpres Manonda dan Masomba Kota Palu, Sulawesi Tengah terpantau mengalami kenaikan. Begitupun harga beras dipedagang eceran dalam kemasan 5 kg.

    Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) pada 23/01/2023 pukul 19.52 WIB, harga beras ditiap Provinsi dibanderol pada Rp11.800/kg, untuk Sulawesi Selatan. Sementara, Sulawesi Barat Rp 10.900/kg dan Sulawesi Tengah Rp.11.750/kg, Sulawesi Tenggara Rp.11.750/kg. Dan Sulawesi Utara Rp.12.000/kg. Nilai tersebut lebih rendah 0,78% atau Rp100/kg dari patokan perdagangan sebelumnya sebesar Rp12.800/kg.

    Adapun harga beras berdasarkan wilayahnya, tertinggi berada di Kalimantan Tengah mencapai Rp16.800/kg. Harga beras terendah berada di Sulawesi senilai Rp11.000/kg hingga Rp.12.00/kg. Di DKI Jakarta, harga beras diperdagangkan sebesar Rp14.200/kg.

    Baca juga :  Tersangka Ke 4 Dugaan Korupsi Bank Sulteng, Penuhi Panggilan Kejati Sulteng

    Fluktuasi harga beras ini menurut beberapa pengamat dan pedagang diakibatkan belum masuknya masa panen raya.

    Sebelumnya, dalam jumpa pers yang disiarkan Live di Instagram Bulog, Jumat, 20 Januari 2023, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan kenaikan harga beras ini akibat oknum-oknum yang diduga mafia beras.

    “Ada data semua, omongannya apa, ada. Jadi jangan seperti itu. Mengadakan pertemuan itu deket-deket kantor Bulog, itu luar biasa,” kata Buwas dalam jumpa pers yang disiarkan di Live Instagram Bulog, Jumat Jumat (20/1/2023).

    Sementara, pada Rabu (18/01/2023), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Donny Iwan Setiawan, ST MM menyarankan masyarakat bisa ikut mengontrol dan melaporkan jika naiknya harga jual beras dipasaran ada indikasi disebabkan kecurangan atau penimbunan yang dilakukan pelaku usaha. Namun dia juga berharap masyarakat bisa memahami penyebab kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini, bisa dipengaruhi karena lonjakan harga pokok produksi (hpp) seperti pupuk dan BBM.

    Baca juga :  Polsek Palu Barat Selesaikan Perkara Secara Restorative Justice

    “kalau harga naik, yang mempengaruhi salah satu bisa kenaikan harga BBM, dan otomatis biaya lainya seperti pupuk petsisida ikut naik,” kata Donny Iwan Setiawan, ST MM dikantornya. (*)

    Reporter : Rahmad Nur

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan