Sabtu, 22 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    OlahragaTinggalkan PSSI, Iwan Pulang Urusi Arema FC

    Tinggalkan PSSI, Iwan Pulang Urusi Arema FC

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, mengumumkan mundur dari PSSI.  Salah satu orang paling lama berkiprah di PSSI itu memastikan tidak akan mencalonkan diri dan tidak bersedia dicalonkan sebagai Exco PSSI untuk periode 2023-2027.

    Ia mengungkapkan bahwa sikap tersebut merupakan bagian tanggung jawab moral usai terjadinya tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 korban jiwa pada 1 Oktober 2022 silam. “Rasanya tidak elok dan tidak etis jika saya kembali duduk di Exco PSSI. Itu sebabnya saya tidak mau mencalonkan dan tidak bersedia dicalonkan,” ucapnya melalui rilis dari Arema FC yang disebarkan ke media.

    Keputusan Iwan Budianto mundur muncul menjelang diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan dilaksanakan pada 16 Februari 2023 mendatang.

    Baca juga :  Jerman dan Spanyol Lolos ke 16 Besar Euro 2024

    Saat ini, Minggu (15/1/2023), PSSI menggelar Kongres Biasa di Hotel Sultan, Jakarta, guna menyusun komite pemilihan untuk KLB nanti Iwan Budianto pun berharap kepada siapa pun yang menjabat di kepengurusan PSSI ke depan, agar bisa menjalankan amanah untuk perbaikan sepak bola. “Siapa pun yang terpilih menjadi ketua umum, wakil ketua umum, dan exco PSSI 2023- 2027 bisa menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemilik suara,” tutur pria yang biasa disapa IB tersebut.

    Setelah menarik diri dari PSSI ia berencana segera kembali merapat ke Arema FC. Pria pemegang saham terbesar di PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) tersebut ingin fokus memimpin langsung pemulihan tim berjuluk Singo Edan, yang kondisinya kini memprihatinkan.

    Baca juga :  Hasil Euro 2024: Belanda Vs Perancis Tanpa Gol, Belgia Rawan Tersingkir

    Prioritas Iwan Budianto adalah menjalin komunikasi dengan para keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Aremania, dan stakeholder sepak bola di Malang Raya, untuk membicarakan masa depan Arema FC “Kami tiada henti untuk meminta maaf dan kami ingin bangkit bersama untuk menyembuhkan luka yang kita rasakan,” ujarnya.

    Menantu mantan Wali Kota Kediri itu sebagai direksi Arema FC, selama ini menjadi orang di balik layar yang mengomando manuver Arema FC untuk meringankan beban para korban meninggal maupun luka-luka tragedi Kanjuruhan. Salah satu wujud dari upaya itu adalah pembentukan Crisis Center sebagai pusat informasi yang memberikan bantuan pendataan korban tragedi Kanjuruhan. “Kami memaklumi dan memahami apa pun respons yang ditujukan kepada kami. Namun, terimalah kami berikhtiar untuk berbenah dan meraih harapan baru agar lebih baik dan pulih,” tutur Iwan. (sr)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan