Selasa, 7 Februari 2023
25 C
Surabaya
More
    JakartaKemenag Hadirkan Al Quran Berkebutuhan Khusus

    Kemenag Hadirkan Al Quran Berkebutuhan Khusus

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) –  Satu lagi Mushaf Al-Quran dihadirkan oleh Kementerian Agama bagi kalangan berkebutuhan khusus. Melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Balitbang-Diklat, kini telah terbit Mushaf Al-Qur’an Isyarat.

    Kepala LPMQ Abdul Aziz mengatakan, Mushaf Isyarat bisa digunakan Teman Tuli yang akan belajar membaca Al-Qur’an. “Untuk tahap awal, kami sudah hadirkan dalam versi cetak dan digital untuk juz 30,” terang Abdul Aziz di Jakarta, Minggu (15/1/2023).

    “Untuk versi cetak masih terbatas. Sedang untuk versi digital, masyarakat dapat melihatnya pada aplikasi Quran Kemenag yang dapat diunduh di Play Store. Nantinya, versi digital ini juga akan dihadirkan pada aplikasi Pusaka,” sambungnya.

    Dikatakan Aziz, Al-Qur’an Isyarat ini menjadi Mushaf Al-Quran Standar Indonesia ke-4. “Sebelumnya, Kemenag sudah menerbitkan tiga mushaf standar, yaitu: Mushaf Standar Rasm Utsmani, Mushaf Al-Quran Standar Bahriyah, dan Mushaf Al-Quran Braille,” jelas Aziz.

    Baca juga :  Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability

    Mushaf Al-Quran Braille dan Mushaf Al-Quran Isyarat ikut dipamerkan pada Pameran Kinerja Kemenag dan Bazaar Murah UMKM di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta. Pameran yang berlangsung dua hari, 13 – 14 Januari 2023, digelar dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama.

    Dua produk ini menarik perhatian Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Penasihat DWP Eny Retno Yaqut saat meninjau stan pameran. Sembari menggerakkan jari-jarinya, Menag bahkan ikut mencoba mempraktikkan cara membaca Al-Qur’an isyarat dipandu pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ).

    Sementara Eny Retno Yaqut melihat-lihat Mushaf Al-Qur’an Braille. Mushaf ini diperuntukkan bagi tunanetra dan telah ditetapkan Kemenag sebagai salah satu Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia. Di hadapan petugas dan pengunjung stan pameran, Eny berpesan agar Mushaf Braille didistribusikan di lembaga-lembaga pendidikan inklusi.

    Baca juga :  Walikota Surabaya Peduli Rutilahu Wong Cilik Rek

    “Mushaf Al-Qur’an Braille ini produk yang luar biasa. Ini harus segera dibagi-bagikan ke sekolah-sekolah inklusi, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan Yayasan-yayasan untuk tunanetra,” pesannya. (*)

    Reporter : Syarifuddin

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan