Aktivitas Perdagangan di Pasar Tradisional Surabaya Mulai Meningkat

Aktivitas Perdagangan di Pasar Tradisional Surabaya Mulai Meningkat
Aktivitas perdagangan di pasar tradisional Kota Surabaya, mulai meningkat. Peningkatan ini salah satunya disebabkan pasca dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Agus memastikan, pihaknya akan terus menambah kenyamanan dari pedagang dan pembeli. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan para pedagang supaya lebih meningkat.

“Sebagai trigger bahwa pengunjung ini harus dibuat nyaman, supaya belanja ke pasar tradisional. Sampai saat ini juga kita sudah memperbaiki beberapa pasar untuk kenyamanan hal tersebut,” terangnya.

Bahkan, untuk mendongkrak iklim perdagangan di pasar tradisional, Agus Priyo mengaku jika PD Pasar Surya telah menjalin MoU atau kerja sama dengan sejumlah bank. Kerja sama ini berkaitan dengan penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pedagang. Sebab, dua tahun situasi pandemi Covid-19, membuat cash flow pedagang banyak yang turun atau terganggu.

“Sehingga kami menggandeng beberapa bank untuk MoU menyediakan KUR kepada para pedagang. Alhamdulillah, cukup membantu mereka dengan KUR ini, cash flow cukup terjaga, sehingga (pedagang) bisa kulakan lagi, barang dagangan terisi,” tuturnya.

Di samping menggandeng bank untuk penyediaan KUR bagi para pedagang, PD Pasar Surya sebelumnya juga menginisiasi program bebas denda retribusi. Menurut dia, program ini sangat membantu bagi para pedagang akibat dampak pandemi Covid-19.

“Program ini berakhir tanggal 31 Desember 2022, dan antusias pedagang luar biasa. Karena dua tahun mereka (pedagang) nunggak retribusi karena pandemi, dengan adanya kebijakan ini, alhamdulillah luar biasa keminatannya tinggi,” sebutnya.

Tak hanya itu, sejumlah upaya lain juga digencarkan PD Pasar Surya untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Seperti misalnya dengan mengadakan lomba antar pasar yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Surya. Lomba ini menjadi salah satu trigger untuk mengajak pedagang agar lebih peduli terhadap kebersihan, kenyamanan dan ketertiban di pasar.

“Sebelumnya kami juga menginisiasi lomba Pasar Pahlawan. Melalui lomba ini kita juga bisa menilai pengelola atau kepala pasar seberapa dekat dengan pedagang. Alhamdulillah, sembilan pasar menjadi pilot project, luar biasa antusiasnya,” ulasnya. (*)