Minggu, 21 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiLapas Banyuwangi Bersama Yayasan GENNESA Tekan Tingginya Residivis

    Lapas Banyuwangi Bersama Yayasan GENNESA Tekan Tingginya Residivis

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Lapas Banyuwangi menjalin kerja sama dengan Yayasan Gendhog Nemu Sariro (GENNESA) dalam kegiatan pembinaan untuk meokrubah perilaku warga binaan serta menekan tingginya jumlah residivis.

    Pelaksanaan Perjanjian Kerjasama yang dilakukan oleh Kepala Lapas Banyuwangi Wahyu Indarto dan Ketua Yayasan GENNESA Tutik Handayani berlangsung di Aula Sahardjo, Kamis (05/01/2023).

    “Hal ini kami laksanakan untuk meningkatkan kegiatan pembinaan di Lapas Bayuwangi dengan tujuan mengurangi tingkat residivis di Kabupaten Banyuwangi,” kata Wahyu.

    Selain itu Wahyu menyebutkan bahwa dalam memberikan pembinaan, pertolongan tidak dapat bekerja sendiri, namun membutuhkan dukungan dari pihak luar, salah satunya dari organisasi masyarakat yang bergerak di bidang rehabilitasi.

    “Tentu kami menyampaikan apresiasi terhadap Yayasan GENNESA yang telah bersedia membantu kami dalam melakukan kegiatan pembinaan,” tambahnya.

    Saat ini Lapas Banyuwangi menampung lebih dari 900 warga binaan, dengan 200 diantaranya merupakan residivis atau kembali melakukan tindak pidana.

    “Jumlah tersebut tergolong tinggi, sehingga ke depan kami memiliki target untuk mengurangi tingkat residivis tersebut,” kata Wahyu.

    Sementara itu, Ketua Yayasan GENNESA Tutik Handayani menjelaskan bahwa himbauan akan membantu agar warga binaan Lapas Banyuwangi tidak kembali ke jalan yang salah setelah bebas nanti melalui kegiatan rehabilitasi.

    “Bentuk rehab yang kami lakukan tidak hanya untuk pemakai narkoba, namun juga terhadap lansia dan kelompok rentan,” kata Tutik.

    Lebih lanjut Tutik mengatakan bahwa tingginya tingkat residivis disebabkan tidak adanya perubahan perilaku. Karena melalui program rehabilitasi, ia akan melakukan pembiasaan perubahan perilaku terhadap warga binaan.

    “Jika dipaksakan dan dibiasakan maka perubahan itu akan terbentuk dan untuk sementara kami targetkan perubahan perilaku terhadap diri sendiri terlebih dahulu, karena nanti secara tidak langsung akan mempengaruhi lingkungannya,” pungkas Tutik. (*)

    Reporter : Nur Muzayyin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan