Ia menyatakan, bahwa penolakan ĺoleh sebagian masyarakat terhadap kenaikan harga BBM, merupakan dinamika politik, yaitu bagian dari demokrasi.
“Mungkin mereka belum menerima informasi secara utuh, atau belum mengerti latar belakang dinaikkannya harga BBM oleh pemerintahan Jokowi,” katanya.
Saifuddin meminta pada pemerintah agar selalu memberikan penjelasan kepada masyarakat. Supaya rakyat tidak terombang ambing narasi yang tidak benar.
“Kami berharap pemerintah pusat menjelaskan dan memaparkan secara konkrit agar masyarakat memahami,” pungkasnya.(*)





