Suryanto salah aatu pengunjung Telaga Sarangan asal Ponorogo mengaku merasa terganggu akibat bau sampah yang sangat menyengat. “Sangat mengganggu pandangan tumpukan sampah dan baunya,” ujarnya, Senin (5/9/2022). Dia mengakui para pedagang di sekitar tumpukan sampah juga mengeluhkan bau menyengat yang berimbas pada turunnya omzet penjualan kareja para wisatawan enggan makan di warung sekitar.
Dari penuturan warga dan pedagang selain menimbulkan bau busuk dan menyengat, sampah yang tidak diolah itu menimbulkan polusi udara yang sewaktu waktu dapat menyebabkan penyebaran penyakit. Sejumlah warga yang diwawancarai mengakui banyak dampak yang dirasakan dengan keberadaan sampah yang belum diangkat. Sejauh ini Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab pengelolaan sampah di sarangan belum bisa dikonfirmasi. (Rud)





