Opini  

Tahun Baru Hijriyah, Mengubah Pencitraan

Tahun Baru Hijriyah, Mengubah Pencitraan
Djoko Tetuko

Oleh : Djoko Tetuko –(Pemimpin Redaksi WartaTransparansi.com)

Momentum tahun baru Hijriyah ialah mengenang kembali perjalanan Rasulullah Muhammad Shollallohu Alaihi Wassalam menjalankan perintah dari Sang Khaliq meninggalkan kota kelahiran tercinta (Makkah) menuju kota perjuangan menata dunia dan akhirat di Madinah.

Potret tahun baru Hijriyah melambangkan bahwa setiap memperingati ada semacam “perintah baru” untuk senantiasa mengubah pola kehidupan, agar semakin menguatkan citra dan (dalam hal ini pencitraan) secara positif dan bernilai ibadah. Sehingga tersirat harapan melakukan perubahan ke arah positif.

Citra sendiri diartikan sebagai kesan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengetahuan dan pengertiannya tentang fakta-fakta dan kenyataan (Soemirat dan Ardianto, 2005 : 114). Citra seseorang terhadap suatu objek dapat diketahui dari sikapnya terhadap objek tersebut.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan citra/cit·ra/ kl n 1 rupa; gambar; gambaran; 2 Man gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; 3 Sas kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa dan puisi; 4 Hut data atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi;

Sedangkan citra (Bahasa Inggris: image) adalah kombinasi antara titik, garis, bidang, dan warna untuk menciptakan suatu imitasi dari suatu objek–biasanya objek fisik atau manusia. Citra bisa berwujud gambar (picture) dua dimensi, seperti lukisan, foto, dan berwujud tiga dimensi, seperti patung.

Bagaimana dengan pencitraan? Secara umum, arti pencitraan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menggambarkan sesuatu atau seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk di mata publik.

Sebuah usaha untuk menonjolkan citra terbaik seseorang atau sesuatu di mata publik. Usaha pembuktian eksistensi seseorang di hadapan publik.
Menunjukkan apa yang dirasakan secara sangat berlebihan hingga tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Istilah “pencitraan” sering dipakai dalam bidang politik dan seni. Namun, pada dasarnya istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa ada usaha atau upaya yang dilakukan untuk menggambarkan sesuatu atau seseorang menjadi lebih baik di hadapan publik sehingga dapat mempengaruhi opini publik.

Arti Pencitraan Menurut Para Ahli

Kata pencitraan berasal dari kata dasar “citra” dimana kata tersebut bisa berbeda makna ketika digunakan untuk topik yang berbeda. Berikut ini penjelasan apa itu pencitraan menurut para ahli

Menurut Huddleston (Buchari Alma, 2008:55), pengertian citra adalah serangkaian kepercayaan yang dihubungkan dengan sebuah gambaran yang dimiliki atau didapat dari pengalaman.

Menurut Bill Canton (S.Soemirat dan Adrianto. E 2007:111), arti pencitraan adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi.

Menurut Philip Kotler (2009:299), arti pencitraan adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek.

Menurut Frank Jefkins (Soemirat dan Adrianto, 2007:114), pengertian citra adalah kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya.

Doa Tahun Baru