Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri Minta Gencarkan Kembali Swab Hunter di Sejumlah Titik

    Wali Kota Eri Minta Gencarkan Kembali Swab Hunter di Sejumlah Titik

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi meminta kepada jajarannya untuk menggencarkan kembali swab hunter di sejumlah titik Kota Surabaya. Bahkan, ia juga meminta seluruh staf di lingkungan Pemkot Surabaya untuk melakukan swab tes antigen atau PCR secara bergilir.

    Permintaan tersebut ditindaklanjuti dengan surat Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan yang ditandatangi pada 15 Juli 2022. Surat imbauan itu sudah disebar ke Kepala Perangkat Daerah, Camat dan juga Lurah se-Kota Surabaya.

    Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa demi menindaklanjuti arahan dari Bapak Wali Kota Surabaya untuk menggalakkan pengetesan (testing) dalam upaya menekan rasio kasus positif (positive rate) di Kota Surabaya, maka diminta kepada seluruh karyawan atau karyawati untuk mengikuti swab antigen/PCR. Sedangkan pelaksanaannya diminta untuk berkoordinasi dengan puskesmas setempat di wilayah kerjanya masing-masing.

    Baca juga :  Kolaborasi PMI dan Kwarda Pramuka Jatim Lakukan Pembinaan Generasi Muda

    “Melaporkan hasil kegiatan di masing-masing perangkat daerah kepada Wali Kota Surabaya melalui Sekretaris Daerah Kota Surabaya,” demikian bunyi surat tersebut.

    Sementara dalam keterangannya Selasa (19/7/2022), Eri mengakui bahwa memang memerintah seluruh dinas untuk menggalakkan testing kembali. Khusus staf di lingkungan Pemkot Surabaya, maka dia meminta untuk melakukan tes swab 10 persen setiap dinas yang dilakukan setiap harinya. Tentu dengan orang yang berbeda-beda.

    “Misalnya hari ini 10 persen dari dinas A, lalu besok 10 persen lagi dari dinas A itu, tentunya dengan orang yang berbeda-beda, sehingga diharapkan nanti semuanya bisa dilakukan tes swab,” tegasnya.

    Menurut Eri, testing secara acak ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Di samping itu, untuk mengetahui positive rate di Surabaya. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi beberapa waktu lalu, jumlah kasus naik di Surabaya, tapi setelah dicek ulang, ternyata banyak di antara mereka itu yang sudah tidak tinggal di Surabaya, meskipun KTP-nya masih Surabaya.

    Baca juga :  DPRD Sepakat Pembangunan Rumah Sakit di Surabaya Timur

    “Akhirnya, yang sudah tidak tinggal di Surabaya itu kita keluarkan dari data kasus aktif di Surabaya. Makanya kita juga melakukan tes swab di perkantoran-perkantoran kita dan juga di luar perkantoran,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya juga terus melakukan swab hunter di berbagai titik di Kota Surabaya. Swab tersebut dilakukan secara acak, karena memang lebih banyak yang tidak tinggal di Kota Surabaya. “Jadi, sekarang teman-teman juga gerak swab hunter yang dilakukan secara acak,” tegasnya.

    Oleh karena itu, ia juga meminta warga Kota Surabaya untuk menggiatkan kembali protokol kesehatan di semua aktivitasnya. Terutama harus menggunakan masker dengan baik dan benar saat berada di dalam ruangan maupun ketika di luar ruangan.

    Baca juga :  Peringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    “Saya yakin warga Kota Surabaya bisa melewati ini semua, karena kita sudah pernah bergotong-royong bersama demi melawan Covid-19 ini. Jadi, ayo digalakkan lagi prokesnya,” tandasnya. (*)

    Reporter : wetly

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan