Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurGresikPelatihan Air dan Sanitasi Gelombang Pertama PMI Jatim Dimulai

    Pelatihan Air dan Sanitasi Gelombang Pertama PMI Jatim Dimulai

    GRESIK (WartaTransaransi.com)  –  Sebanyak 24 peserta utusan dari perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten/kota di Jawa Timur tengah mengikuti pelatihan Air dan Sanitasi di kampus Diklat PMI Pusat di Gresik, Selasa (19/7/2022).

    Pelatihan angkatan pertama berlangsung selama tuju hari dibuka ketua harian PMI Provinsi Jawa Timur  H. Soebagyo SW, didampingi kepala Markas PMI Drs. Dwi Suyanto, Msi.

    “Ini pelatihan mahal. Selain kali pertama dilaksanakan, peserta adalah orang orang pilihan lantaran sebelumnya harus mengikuti tes dasar untuk menentukan layak tidaknya calon peserta ikut dalam pelatihan,” ungkap Soebagyo mewakili ketua PMI Jawa Timur H. Imam Utomo S.

    Instruktur sengaja didatangkan dari Malang dengan sertifikat nasional yakni Amirul Yasin. Beliau adalah orang pertama yang masuk dalam medan bencana terbesar di Aceh. Kedua pelatihan terinspirasi kejadian bencana gunung Semeru Lumajang lalu.

    Saat itu begitu ada kejadian, maka terjadilan ledakan pengungsi. PMI sudah siap ditepat dengan segala peralatan untuk evakuasi. Tapi dilakosi pengumpulan pengungsi, ternyata air dan sanitasi tidak ada. Kalaupun ada jumlahnya sangat  tidak memadai. Ternyata, masalah air dan sanitasi, PMI juga harus siap.

    Pelatihan Air dan Sanitasi Gelombang Pertama PMI Jatim Dimulai

    “Jadi, pelatihan air dan sanitasi ini erat kaitannya dengan masalah tanggap bencana. PMI harus melengkapi dirinya dengan menyediakan air dan sanitasi secara cepat,” tandas mantan bupati Ngawi itu.

    Soebagyo mengatakan, sebenarnya tugas utama PMI meliputi kebencanaan, donor darah dan membantu diwilayah konflik. Sesuai arahan Ketua Umum PMI Pusat Pak JK (Muhammad Jusuf Kalla) ketika pelantikan pengurus PMI Jawa Timur lalu, PMI juga diminta aktif dalam penanganan Covid-19, perubahan iklim. “Ini bagian dari tugas kemansiaan.

    PMI memang perbantuan dengan cepat dan tepat. Namun PMI dilapangan tidak bisa bekerja sendirian melainkan harus kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

    Pesan ketua PMI Jawa Timur Pak Imam Utomo, tiap daerah harus punya 30 relawan profesional dengan berbagai keahlian. PMI harus menambah satu lagi ilmu yakni penyediaan air dan sanitasi. Dan ini tidak dimiliki oleh lembaga lain. Jadi tugas kalian setelah pulang nanti mengembangkan di daerah,” tegasnya.

    Amirul Yasin, instruktur nasional yang di miliki Jawa Timur mengatakan, ditingkat provinsi memang baru JawaTimur yang melaksanakan.

    Tapi PMI Malang sudah melaksanakan dan hasilnya bagus. Karena itu dalam pelatihan ini lebih banyak praktek lapangan bagaimana membuat sumur, MCK dan sanitasi dengan cepat. “Semua peralatan kami bawa,”. kata Yasin, panggilan akrapnya. (*)

    Reporter : Samuel Ruung

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan