Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoTekan Pengangguran, Pemkot Mojokerto Gelar Loker Gandeng 25 Perusahaan

    Tekan Pengangguran, Pemkot Mojokerto Gelar Loker Gandeng 25 Perusahaan

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemkot Mojokerto melalui DPMPTSP Naker (Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja) menggandeng 25 perusahaan menggelar lowongan kerja (Loker) yang dikemas dalam bentuk Job Fair di Halaman Parkir Utara MPP (Mall Pelayanan Publik) Gajah Mada. Upaya ini dimaksudkan guna menekan pengangguran yang kian meningkat pasca pandemic C-19 di Kota Mojkerto.

    “Dengan membuka lapangan kerja yang dikemas dalam bentuk Job Fair ini, Pemmkot menggandeng 25 perusahaan dari kota Mojokerto dan sekitarnya dengan menyediakan sekitar 1.587 lowongan kerja,” jelas Walikota Mojokerto, usai mengunjungi pelaksanaan pembukaan Job Fair di Halaman Parkir MPP (Mall Pelayanan Publik) Gajah Mada, Rabu (29 Juni 2022) pagi tadi.

    Menurut Ning Ita, kegiatan ini sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran, khususnya di Kota Mojokerto. Mengingat selama pandemi Covid 19 ini banyak pekerja dirumahkan dan angkatan kerja yang meningkat, seperti lulusan SMA/SMK yang baru.

    “Mudah-mudahan partisipasi warga Kota Mojokerto cukup antusias, sehingga tujuan kita melaksanakan job fair ini tercapai,” harap Ning Ita.

    Masih kata Ning Ita, job fair ini terbuka untuk umum. Dan akan digelar selama satu hari mulai dari pukul 08.00 – 16.30 WIB sore. Dimana untuk mekanisme melamar pekerjaan para pencari pekerja langsung datang ke halaman parkir MPP Gajah Mada dengan membawa surat lamaran.

    ”Seperti lamaran pekerjaan umumnya, tapi ini karena perusahaannya banyak nanti bisa memilih sesuai lowongan pekerjaan yang dibutuhkan, tinggal mengisi pimpinan perusahaan apa. Persyaratan yang dibutuhkan seperti apa yaitu KTP, KK, Ijazah harus dipersiapkan juga,” jelasnya.

    Selama 2 tahun pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk Kota Mojokerto, berdampak angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tinggi. Penyebabnya adalah banyaknya perusahaan yang terjebak yang harus membatasi usahanya atau bahkan menutup secara keseluruhan usahanya sehingga harus mem-PHK seluruh tenaga kerjanya.

    Menurut Ning Ita, faktor ekonomi adalah salah satu sektor yang terdampak cukup signifikan dengan adanya berbagai regulasi pembatasan kegiatan maupun jalur distribusi. Sehingga di tahun 2022 ini dimana penyebaran Covid-19 sudah mampu dikendalikan oleh seluruh stakeholder, kesempatan untuk memulihkan kembali sektor ekonomi ini adalah prioritas bagi seluruh daerah.

    “Tahun 2022 ini angka pertumbuhan ekonomi sementara yang dirilis oleh BPS sudah di atas 5%. Sehingga kita optimis sampai dengan akhir 2022 nanti pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto bisa dikatakan tumbuh normal seperti sedia kala,” harapnya.

    Untuk itu, lanjut NIng Ita, pada kesempatan hari ini adalah kesempatan yang sangat istimewa dengan banyaknya lowongan kerja yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan di kota Mojokerto ini diharapkan menjadi pemicu menurunkan tingkat pengangguran selama 2 tahun pandemi ini.

    Secara terpisah, Kepala DPMPTSP Naker, Heryana Dodik Murtono mengatakan, job fair kali ini diikuti oleh 25 perusahaan dengan 1.587 lowongan kerja. Dan job fair ditutup pada pukul 16.30 WIB. SEdangkan total jumlah pencaker yang hadir sampai pada penutupan, sebanyak 3.716 pencari kerja dengan dengan rincian warga kota Mojokerto sebanyak 1.003 orang dan warga luar kota 2.713 orang.

    “Kami ucapkan terimakasih kepada yang telah bersedia membuka lowongan kerja. Semoga kerjasama ini dapat berlanjut di tahun yang akan datang,” katanya.

    Menurut sumber data statistic dari BPS, jumlah 132,34 ribu penduduk di kota Mojokerto tercatat yang paling sedikit di Jawa Timur. Dari jumlah itu, 69.355 orang di antaranya masuk kategori usia angkatan kerja, yang meliputi 64.587 penduduk bekerja dan 4.768 orang pengangguran atau sebanyak 3.215 pernah bekerja serta 1.553 tidak bekerja.

    Apabila dibandingkan dengan jumlah pengangguran terbuka tahun 2020 yang berjumlah 4.712 orang makan telah terjadi kenaikan pengangguran terbuka sebanyak 56 orang. “Melalui Job Fair seperti ini diharapkan kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung sehingga mempercepat proses penempatan kerja ,” pungkasnya. (gat)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan