“Kami telah menjalin kerjasama dengan Pemkab Banyuwangi, dan berharap kerjasama ini bisa berjalan terus untuk meningkatkan derajat kesehatan warga. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Ibu Bupati Banyuwangi beserta jajarannya, juga Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Jawa Timur, para dokter yang terlibat, para relawan, dan tim JFF sehingga bakti sosial ini bisa terlaksana,” kata Komang.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, data Kementerian Kesehatan mencatat pada tahun 2021 angka kebutaan dalam usia 50 tahun mencapai 3% dan katarak menjadi penyebab tingginya kebutaan tersebut.
“Masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam ekonomi untuk melakukan operasi secara mandiri akan sangat terbantu dengan kegiatan ini. Maka kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan baksos ini nanti bisa berkelanjutan,” ujar Ipuk.
Terkait edukasi terhadap anak-anak, Ipuk berharap juga dilakukan penapisan (screening) terhadap kesehatan mata anak. Saat ini, anak-anak zaman sekarang beresiko kesehatan matanya karena kebiasaan menghadapi layar handphone dalam waktu yang lama.
“Layar gawai itu akan mengganggu mata, makin sering anak bermain gawai dan laptop maka dapat mempengaruhi kualitas matanya. Saya minta sekolah-sekolah tidak hanya melakukan pemeriksaan gigi tapi juga perlu pemeriksaan mata,” tuturnya. (yin)





