Rabu, 30 November 2022
27.2 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiIngin Dekat Rakyatnya, Bupati Banyuwangi Ngantor di Desa

    Ingin Dekat Rakyatnya, Bupati Banyuwangi Ngantor di Desa

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Di sela program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyempatkan memperingati Bulan Bung Karno bersama anak-anak TK dan SD, di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Rabu (22/6/2022).

    Berbagai kegiatan bertemakan bersama anak-anak digelar di TK Taman Indrian dan SDN 5 Kebondalem yang berada dalam satu komplek. Seperti mewarnai dan mendongeng tentang Bung Karno bersama murid TK, lomba pidato tentang Bung Karno dan Pancasila, dan lainnya.

    “Ini siapa? Ada yang tahu? kata Ipuk sambil menunjukkan gambar Sukarno di hadapan anak-anak TK.

    Ada yang menjawab Presiden pertama Indonesia. Ada pula yang menjawab Bapak Proklamasi. Selain itu, Ipuk juga disajikan para siswa yang berpidato tentang Bung Karno dan Pancasila.

    Baca juga :  Adanya Dugaan Kesalahan Peta Blok, Ketua LPRI Datangi Kantor BPN Banyuwangi

    “Pancasila adalah salah satu dari empat pilar bangsa Indonesia.  Tiga pilar lainnya adalah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar ini adalah satu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bersatu,” kata Al Bukhori siswa SDN 5 Kebondalem dalam pidatonya.

    Bupati Ipuk mengatakan, sengaja mengambil tema Bung Karno dan Pancasila dalam program Bunga Desa kali ini.

    ”Juni adalah Bulan Bung Karno dan Pancasila. Tepat 1 Juni merupakan Hari Lahir Pancasila, yang disampaikan rumusannya oleh Bung Karno di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan. 1 Juni 1945. Itu merupakan momen bersejarah, ketika dasar negara Pancasila disampaikan Bung Karno, sebuah fundamen penting bagi bangsa kita,” ujar Bupati Ipuk.

    Baca juga :  Adanya Dugaan Kesalahan Peta Blok, Ketua LPRI Datangi Kantor BPN Banyuwangi

    Selain itu bulan Juni, Bung Karno dilahirkan, pada 6 Juni 1901. Bung Karno juga wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta, kemudian dimakamkan di Blitar.

    “Saya mengajak anak-anak untuk meneladani Bung Karno, dan memahami Pancasila. Bagaimanapun dasar-dasar Pancasila harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak,” kata Ipuk. (*)

     

     

     

    Reporter : Nur Muzayyin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan