Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoWali Murid SDN Minta Oknum DPRD Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan ISBN buku...

    Wali Murid SDN Minta Oknum DPRD Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan ISBN buku LKS

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Walimurid SDN Pohkecik Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto Optimis Oknum Dewan Kab. Mojokerto Jadi Tersangka terkait dugaan pemalsuan ISBN buku LKS. Ini setelah laporannya direspon Kompolnas RI dan memerintahkan Polres Mojokerto melakukan gelar perkara guna melanjutkan penyidikan yang sempat terhenti hampIr satu tahun.

    ”Alhamdulillah surat aduan kami terkait dugaan pemalsuan ISBN buku LKS, yang penyelidikannya dihentikan oleh Polres Mojokerto, akhirnya ditanggapi oleh Kompolnas RI. Otomatis penyelidikan dilanjutkan, saya sudah menghadiri gelar perkara di Polres Mojokerto, untuk melanjutkan penyidikan kembali terkait kasus tersebut,” ungkap Hadi Purwanto ST, Walimurid Kelas 6 SDN Pohkecik Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/5/2022).

    Dijelaskan, kami mewakili Walimurid Kelas 6 SDN Pohkecik Dlanggu Kab. Mojokerto, telah melaporkan kasus ini ke Polres Mojokerto. Laporan No. Surat : 024/HPDUMAS/II/2021 ini sempat diproses. Namun perkara ini sempat dihentikan oleh Satreskrim Polres Mojokerto dengan pemberitahuan SP2HP Nomor : B/387/VIII/ Res. 3.3/2021, tanggal 3 Agustus 2021. Yang sebelumnya telah dilakukan gelar perkara tanggal 30 Juli 2021 hasilnya, dianggap bukan peristiwa pidana tidak dapat dilanjutkan ke proses penyidikan.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Masih kata Hadi Purwanto, mendapat surat pemberitahuan perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP ) dari Polres Mojokerto, wali murid SDN Pohkecik Dlanggu Kab. Mojokerto tidak puas. Mengingat perkara ini dianggap lengkap memenuhi unsur pidana, maka melangkah melapor ke KOMPOLNAS RI, tanggal 20 Agustus 2021. Kemudian laporannya mendapat respon balasan dari Kompolnas RI 14 Desember 2021.

    Menurut Hadi Purwanto, saat menghadiri gelar perkara di ruang Satreskrim Polres Mojokerto, untuk memastikan bahwa dalam penyelidikan perkara, serta menentukan status, apakah pelaku pemalsuan ISBN buku LKS SD di wilayah Kabupaten Mojokerto, dinaikkan tersangka atau tidak.

    Wali murid kelas VI SDN Pohkecik, Hadi optimis pelaku pemalsu ISBN, buku LKS SD, yakni Akhiyat yang juga anggota DPRD Kabupaten Mojokerto bakal jadi tersangka,
    “Meski Polres Mojokerto belum putuskan hasil resmi, berdasarkan gelar perkara di ruang satreskrim, yang dihadiri mayoritas Kapolsek, Kasat Reskrim, Wakapolres, PJU Polres Mojokerto, saya yakin Pelaku pemalsauan ISBN, Akhiyat bakal jadi tersangka, “ tegas Hadi Purwanto.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Ditambahkan, kami terus berjuang, tak terima, anak didik di Kabupaten Mojokerto dijadikan obyek perdagangan buku yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Maka pelaku harus dihukum sesuai perundangan yang berlaku.

    “Sebagai wali murid dan konsumen, hak dan kewajiban saya sudah diatur jelas dalam UU No. 8 Tahun 2008 tentang Perlindungan Konsumen. Pihak pelaku usaha atau penerbit yang telah menerbitkan dan memperdagangkan barang yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan akan dijerat hukuman dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak dua miliar rupiah. Ini sudah jelas dan tegas tertuang dalam ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 Ayat (1) UU No. 8 Tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen,”tukas Hadi
    Perlu diketahui bersama bahwa Buku Penjasorkes Kelas 6 SD itu diterbitkan oleh CV Dewi Pustaka dengan merk dagang New Fokus yang mana perusahaan penerbitan itu adalah milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Akhiyat (Komisi IV) yang salah satu tugas dan wewenangnya membawahi bidang pendidikan. (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan