Kamis, 13 Juni 2024
32 C
Surabaya
More
    LifeStyleLibur Lebaran, berkeliling Taman Safari dengan mobil "buggy"

    Libur Lebaran, berkeliling Taman Safari dengan mobil “buggy”

    Bogor (WartaTransparansi.com) Libur Lebaran, tahun ini, masyarakat dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman karena pemerintah mengeluarkan kebijakan cuti bersama untuk hari raya.

    Berkunjung ke Taman Safari Indonesia dapat menjadi pilihan karena letaknya yang masih dapat dijangkau dari ibu kota. Pengunjung yang tidak membawa mobil sendiri kini mendapatkan pilihan lain untuk berkeliling kawasan konservasi tersebut untuk melihat satwa, yaitu naik mobil “buggy”.

    Waktu menunjukkan pukul 15.00, udara yang dingin setelah hujan tidak menghalangi WartaTransparansi.com untuk naik mobil terbuka berkapasitas enam orang ini. Setelah mengikuti prosedur keamanan dan protokol kesehatan, rombongan langsung meluncur menuju Safari Journey.

    Safari Journey, area satwa, biasanya dapat diakses dengan mobil pribadi atau bus jika bersama rombongan. Menaiki mobil terbuka “buggy” memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan pada musim libur Lebaran ini, terutama jika menyukai satwa.

    Berbeda ketika naik mobil, dengan “buggy”, seolah tidak ada jarak antara pengunjung dengan satwa karena tidak terhalang kaca. Sensasinya seperti menjelajah hutan, dari balik masker, pengunjung dapat menghirup segarnya udara alam terbuka.

    “Wewangian” dari satwa, yang biasanya membuat pengunjung menutup hidung, justru memberi sinyal betapa tidak ada jarak dengan satwa yang dibiarkan hidup di area yang dirancang semirip mungkin dengan habitat aslinya.

    Sesekali, terdengar gemericik air dari sungai kecil dan “nyanyian” dari kerumunan gajah, mereka menjulurkan belalainya ketika melihat manusia seolah minta makan. Di lain waktu, mobil harus berhenti sebentar karena ada rusa kecil yang berada di tengah jalan.

    Selama perjalanan, pemandu menjelaskan secara singkat satwa yang dilihat dan apa status konservasi mereka, seperti “endangered” (terancam) , “critically endangered” (kritis) atau “vulnerable” (rentan). Mobil juga akan berhenti sekitar 1-2 menit di setiap area satwa supaya dapat berfoto atau merekam aktivitas satwa.

    Meski dapat berada sedekat mungkin dengan satwa, pengunjung tidak diizinkan memberi makan apalagi turun dari “buggy” dengan tujuan apa pun. Pengunjung juga diminta tidak memprovokasi satwa selama di sana.

    Jika ingin memotret satwa dengan kamera atau ponsel, jangan menggunakan lampu flash karena dapat mengganggu mereka.

    Demi keamanan diri dan satwa di Taman Safari, sebaiknya ikuti aturan tersebut betapa pun menggemaskannya satwa yang melintas di depan mata.

    Rute Safari Journey untuk mobil “buggy” ini sedikit berbeda dibandingkan dengan yang menggunakan mobil tertutup. Dengan “buggy”, pengunjung akan diajak ke area karnivora yang memiliki jarak aman antara lintasan kendaraan dengan habitat satwa.

    Di sini, pengunjung tidak akan melihat singa yang berjalan-jalan bebas layaknya di hutan rimba. Singa, puma dan macan tutul di area ini hidup di area terbuka yang dikelilingi parit besar, supaya mereka tidak menyeberang ke lintasan kendaraan.

    Selama di area karnivora, mobil “buggy” tidak dapat berhenti lama demi keamanan.

    Berkeliling Safari Journey dengan mobil “buggy” ini memerlukan waktu satu jam, waktu yang sangat singkat untuk bercengkrama dengan satwa.

    Libur Lebaran

    Wisata yang diikuti WartaTransparansi.com hari itu merupakan bagian dari program Staycation with Buggy Journey yang diadakan Safari Resort. Saat ini, berkeliling melihat satwa dengan mobil terbuka itu hanya dapat diikuti oleh tamu yang menginap di Safari Resort.

    “Mengenalkan konservasi secara nyata. Biasanya, pengunjung hanya melihat dari mobil. Sekarang, dengan ‘buggy’, dapat melihat dari jarak dekat,” kata perwakilan dari bagian pemasaran Safari Resort, Rahmatullah, kepada WartaTransparansi.com.

    untuk merasakan berkeliling Safari Journey dengan mobil “buggy”, pengunjung harus merogoh kantong mulai dari Rp1,4 juta untuk penginapan, sarapan, makanan ringan, tiket masuk Taman Safari Indonesia Bogor dan perjalanan dengan mobil “buggy”.

    Berkeliling Safari Journey dengan mobil “buggy” ialah satu dari sekian atraksi wisata yang ada di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor. Jika ingin berinteraksi langsung dengan hewan sambil menjelajah hutan, pengunjung dapat memilih Gajah Trail, naik gajah berkeliling Safari Journey.

    Salah seorang pengunjung Taman Safari Indonesia, Silvanus Chakra Puspita, naik Gajah Trail bersama putrinya pada libur Lebaran ini.

    “Sekitar 15 menit. Lintasannya menegangkan, tapi, aman untuk anak usia 5 tahun,” kata Chakra.

    Taman Safari juga memiliki program Safari Malam, berkeliling melihat satwa saat malam hari, yang diadakan secara terbatas pada musim libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini, yaitu mulai tanggal 2 sampai 8 Mei.

    Selain memberikan pengalaman yang berbeda, atraksi wisata pada malam hari ini juga bertujuan supaya wisatawan tidak menumpuk pada siang hari selama liburan yang masih berlangsung di tengah pandemi.

    Pengelola Taman Safari Indonesia minta calon pengunjung untuk membeli tiket secara dalam jaringan demi kenyamanan dan keamanan selama berkunjung.

    Libur Lebaran kali ini semakin berwarna masyarakat dapat lebih leluasa berkumpul dengan keluarga dan bepergian ke luar rumah. (ant)

    Sumber : Antara

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan