Minggu, 16 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanKajari Kab.Pasuruan, Gelar Restorasi Justice, Kasus Penganiayaan

    Kajari Kab.Pasuruan, Gelar Restorasi Justice, Kasus Penganiayaan

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Ramdanu Dwiantoro kembali mendatangi rumah Restorative Justice (RJ) di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (28/04/2022).

    Orang nomer satu di jajaran Kejaksaan Negeri Kab.Pasuruan datang tidak sendirian, melainkan bersama Kasi Pidum Kejaksaan, Kapolsek Pandaan, Danramil, Kepala Desa setempat dan Muspika. Kedatanganya, mendampingi tersangka berdamai dengan korban dalam perkara hukum kasus penganiyaan dan hasilnya perkara itu berhenti.

    Kepala Kejaksaan Negeri Bangil, Ramdanu Dwiantoro menyampaikan melalui surat penetapan penghentian penuntutan dengan nomor: BP 107/III/2022/Reskrim pada tanggal 24 Maret 2022 dengan perkara tindak pidana penganiyaan atas nma Yosi Panga Harianto. Maka hari ini kejaksaan telah mendamaikan sebuah perkara kasus penganiyayaan di rumah restorative justice. Yang mana perkara antar remaja tersebut, sebelumnya terjadi di daerah Kejapanan, Kecamatan Gempol. Atas kejadian itu, kini kedua belah pihak telah berdamai dan perkaranya dihentikan. Tentunya pemberhentian itu dilakukan melalui mekanisme dan aturan.

    Baca juga :  Pastikan Bebas PMK dan LSD, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto Pantau Penjualan Hewan Qurban

    “Alhamdulillah dalam perkara tersebut semua berjalan lancar dan perdamaian telah dilakukan sebagai mana mestinya. Selain itu, perdamaian juga dilakukan melalui mekanisme restorasi jastic dengan sebaik baiknya. Semoga apa yang menjadi kebijakan yang dipelopori oleh Jaksa Agung memberikan rasa adil yang terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ramdhanu.

    Mengenai dasar penghentian perkara sudah ada aturanya yang tertuang dalam mekanisme adanya perdamaian dalam bentuk kesepakatan bersama. Tentunya aturan ini dituangkan dalam berita acara yang menjadi syarat utama melakukan restorasi justic,”tutupnya.

    Ditambahkan oleh salah satu pimpinan pondok yang ada di Kecamatan Lekok, Gus Hudri mengatakan sangat bangga dengan program Kejaksaan memiliki rumah restorasi jastic yang dapat menyelsaikan sebuah perkara. Karena terkait persolan di dunia, memang tidak lepas dari masalah kecil maupun besar. Tentunya disebuah perkara kecil ini berharap kedua belah pihak dapat saling memaafkan,” singkatnya.

    Baca juga :  Pastikan Bebas PMK dan LSD, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto Pantau Penjualan Hewan Qurban

    Sementara, tersangka penganiyayaan asal Dusun Tanggulrejo, Desa Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Yosi Panga Harianto, sangat berterima kasih kepada pihak terkait, khusnya pada korban. Tak lupa, kami bersujud syukur perkara penganiayaan yang saya alami berhenti. Untuk kedepan, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini. (tam/hen)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan