Sabtu, 13 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanKinerja Pimpinan Komisi D DPRD Surabaya Dianggap Lambat

    Kinerja Pimpinan Komisi D DPRD Surabaya Dianggap Lambat

     

    Partai PDI Perjuangan : Pergantian Ketua Komisi D DPRD Surabaya.

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – DPC PDI Perjuangan Surabaya evaluasi kinerja setiap anggota Dewan. Agar fungsi yang melekat sebagai wakil rakyat di DPRD kota Surabaya bisa diwujudkan. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surabaya, Baktiono setelah mengevaluasi semua kinerjanya, telah mendapatkan satu diantara 15 anggota dewan dinilai kinerjanya lamban, yaitu Ketua Komisi D DPRD Surabaya.

    Baktiono menyatakan, kinerja yang dimaksud adalah berkenaan dengan pembahasan program seragam sekolah untuk SD/SMP negeri ataupun swasta bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terbukti hingga kini masih belum rampung.

    Baktiono merasa prihatin atas berlarut- larutnya Komisi D dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

    Baca juga :  Ini Jawaban Eksekutif Atas PU Fraksi di DPRD Soal Dana Cadangan Pilgub

    “Ini bukan prihatin lagi. Jadi ini sangat ngenes (sedih sekali) kalau kata orang Surabaya,” tegas Baktiono kepada media, Kamis (21/4).

    Ia menyayangkan, sebagai kader PDI Perjuangan yang notabene pro wong cilik justru menghambat program-program pemerintah kota dalam mensejahterakan masyarakat di dunia pendidikan.

    “Sampai sekarang belum ada aksi apapun. Termasuk di Komisi D yang di sana pimpinannya dari PDI Perjuangan Kita menilai kinerja. Jangan mempermalukan nama partai dan wali kota yang diusung tunggal oleh PDI Perjuangan,” ungkap Baktiono.

    Hingga kini Komisi D bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya masih menggelar rapat koordinasi terkait pembahasan seragam sekolah bagi warga MBR. Semua harus dikerjakan lebih cepat, karena pendaftaran sekolah segera dimulai.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Widyaiswara Utama Kehormatan dari LAN

    “Kenapa sekarang pada bulan April baru dikumpulkan semua. Apakah tidak tahu kalau tadi idenya dimulai kapan dan diberikan mulai kapan. Seragam itu kan harus diserahkan Juni. Kalau melibatkan UMKM mana mampu. Waktu yang tahun lalu aja itu hampir tidak terserap kok,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dari hasil penilaian kinerja kader partai PDI Perjuangan sebagai Pimpinan Komisi D Chusnul Khotimah sudah sering dibahas pada rapat fraksi. Ia pun meminta adanya evaluasi komposisi di Pimpinan Komisi D. Tidak hanya itu, ia menilai Dispendik Surabaya juga patut dievaluasi.

    “Kita sudah mengingatkan juga dalam rapat fraksi. Oleh karena itu, ini patut dievaluasi semua di unsur dinas pendidikan dan di komposisi Pimpinan Komisi D yang dari PDI Perjuangan. Saya berbicara atas nama Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, yang menugaskan petugas partainya di Komisi D,” tandas Baktiono. (dji)

    Reporter : Sumardji

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan