Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoKota Mojokerto Segera Bangun Perahu Mojopahit di Samping Anak Kali Brantas

    Kota Mojokerto Segera Bangun Perahu Mojopahit di Samping Anak Kali Brantas

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Perahu Mojopahit berukuran aslinya dengan panjang 45 meter yang berlokasi disamping anak Sungai Brantas. Pembangunan ini merupakan bagian dari apresiasi Pemerintah Pusat terhadap Kota Mojokerto yang sampai saat ini ekseistansinya masih bisa kita lihat melalui berbagai warisan budaya. Ini diutarakan Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dalan kegiatan Peringatan Nuzunul Qur’an bersama Gus Miftah di Masjid Jamik Al- Fattah Kota Mojokerto, Selasa (19/4/2022).
    Walikota Kota Mojokerto, yang akrab disapa Ning Ita mengucapkan Alkhamdulillah, karena pada hari ini bisa bersilahturahmi dalam acara Peringatan Nuzunul Qur’an. Pada kesempatan ini, Ning Ita menyempatkan untuk memperkenalkan klausul kota Mojokerto.

    “Kota Mojokerto adalah Kota terkecil kedua di Indonesia namun dialiri oleh sungai besar dan memiliki keterkaitan sejarah yang sangat kuat dengan Kerajaan Majapahit dan Presiden Soekarno. Pada abad ke-14, Mojokerto merupakan bagian dari pusat Kerajaan Mojopahit,’’jelas Ning Ita.

    Masih katanya, Kota Mojokerto merupakan bagian yang masuk dalam proyek strategis nasional. OLeh karena itu di tahun 2023 nanti akan dibangun sebuah Kapal Mojopahit berukuran aslibya panjang 45 Meter yang berada disamping anak Sungai Brantas.

    ‘’Sejarah Presiden Soekarno berada di Kota Mojokerto cukup lama, berdasarkan literasi sejarah, yakni mulai dari tahun 1907 hingga1915 yang ketika itu Presiden Soekarno sekolah di SDN Purwotengah 1 Kota Mojokerto dan SMPN 2 Kota Mojokerto. Banyak sekali jejak sejarah beliau di Kota Mojokerto, itulah yang akan kami angkat sebagai salah satu destinasi sejarah di Kota Mojokerto,’’terang Ning Ita.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Dijelaskan destinasi sejarah tersebut sudah kita simbolkan dengan pemberian sebuah prasasti dalam bentuk patung Soekarno masa kecil. Dimana patung tersebut menggambarkan adanya akulturasi budaya jawa yang tercermin dari busana yang dikenakan Soekarno di masa kecil. Banyak sekali potensi yang perlu di kembangkan di Kota ini, selain merupakan pusat perdagangan dan jasa, Kota Mojokerto ini, justru menjadi Barometer bagi perdagangan untuk daerah daerah sekitarnya.

    “Perlu diketahui, Masjid Agung AlFattah ini berada di tengah-tengahnya Kota Mojokerto, berdekatan dengan alun–alun dan tempat ini insyaallah akan menjadi tempat yang nyaman bagi kegiatan masyarakat khususnya keagamaan dan social, ‘’jelasnya.

    Masih kata Ning Ita, dengan hadirnya pendakwah Gus Miftah, disambut dengan antosian oleh para jamaah yang hadir di Masjid Agung AlFattah ini dan menganggabnya bagai oase di padang pasir, karena dalam 2 tahun masa pandemic ini masyarakat Kota Mojokerto hanya bisa mengikuti tausiah melalui virtual dan baru kali inilah Kota Mojokerto masuk PPKM level 1 dan kita bisa mengikuti pengajian secara tatap muka.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Semoga kehadiran Gus Miftah di Peringtan Nuzunul Qur’an ini bisa menjadi pengobat dahaga seluruh masyarakat untuk mendapatkan asupan moral dan spiritual. “Mohon doanya Gus Miftah agar seluruh pembangunan di Kota Mojokerto ini bisa berjalan dengan lancar,’’harap harap NIng Ita.

    Sementara itu, KH. Mifftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab di sapa dengan Gus Miftah saat memberikan pencerahan rohani menjelaskan, bahwa orang itu mendapatkan masalah atau sakit biasanya dimulai dari pola pikir.

    Ini bisa dilihar dari seseorang yang terkena gangguan jiwa. Orang gila itu, nggak pernah sakit. Buktinya nggak ada yang ikut vaksin juga. Orang gila makan nasi busuk perutnya ngak pernah sakit. Tidur di pinggir jalan nggak pakai selimut nggak pernah masuk angin. Demikian juga disaat kehujanan ya nggak pernah pilek. Kenapa orang gila itu nggak pernah sakit? Jawabannya adalah karena orang gila tidak punya beban pikiran.

    “Artinya kalau Bapak dan Ibu serta jjammah yang hadir disini pengen terus sehat, jadilah orang yang tidak punya bebab pikiran dan selalu ptimis menuju ke depan,’’ jelas Gus Miftah.
    Masih penjelasan Gus Miftah, hampir 3 tahun ini kita dilanda pendemi. Akibatnya banyak orang yang pesimis terhadap Kehidupannya. Binggung besok makan apa, binggung tidak punya pekerjaan dan kebingungan lainnya.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    ‘’Jadilah pribadi yang optimis, yuk kita lihat contoh dalam Al-Qur’an dan yang di ajarkan Nabi-nabi. Kita lihat cerita Nabi Yunus yang dimakan ikan. Nabi Yunus tidak pesimis, karena dia tahu dia dimakan ikan atas ijin ALLOH. Didalam ikan perut tersebut, Nabi Yunus berdoa seolah-olah ketika didalam Masjid dan kemudian Nabi Yunus bisa keluar dengan selamat dari perut ikan. Itulah contoh Keistimewaan berfikir positif,’’pesannya

    Masih kata Gus Miftah, nah yang paling penting lagi. Marilah mulai sekarang kita menggunakan bahasa yang halus kepada orang tua dan orang lain. ‘’Semua orang suka diberikan bahasa yang halus, jangan sampai anak kita bicara kasar kepada kita, maka dari itu mulai sekarang dibiasakan suami istri bicaranya pakai bahasa yang halus, agar anak keturunan kita bisa menggunakan bahasa yang halus pula. Kalau memang tidak bisa menggunakan bahasa yang halus karena emosi, maka lebih baik diam dan janganlah bicara kasar,’’tutup Gus Miftah (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan