Wali Kota Kukuhkan Kader Madagaskar Pemadam Kebakaran Surabaya

Wali Kota Kukuhkan Kader Madagaskar Pemadam Kebakaran Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengukuhkan 154 Kader Madagaskar (Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran) dan sekaligus melaunching aplikasi Madagaskar.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menjelaskan, Kader Madagaskar diharapkan bisa membantu para ibu rumah tangga agar tidak panik dalam menangani kebakaran. Sebab, lingkup terkecil yang dapat membantu pemadaman adalah warga sekitar.

“Sehingga dengan adanya Kader Madagaskar ini, pada tiga menit pertama adalah kunci penanganan kebakaran dan harus diselesaikan sebelum menyebar,” ujarnya.

Menurut Rini, dengan adanya penanganan pada tiga menit pertama bisa membantu menurunkan angka kebakaran di Kota Surabaya. Maka, PKK Kota Surabaya bersama Dinas PMKP bergerak bersama untuk membentuk Kader Madagaskar, sesuai dengan program PKK Pusat.

“Pembentukan kader ini adalah untuk mendukung program Keluarga Sehat Tangguh Tanggap Bencana Siaga Kebakaran. Selama bulan Februari kita sudah melakukan pelatihan kepada para kader,” katanya.

Usai launching aplikasi dan pengukuhan Kader Madagaskar, beberapa perwakilan kader yang didampingi oleh para personel Dinas PMKP melakukan simulasi pemadaman kebakaran di halaman Balai Kota Surabaya.

Menrut Kepala Dinas PMKP Kota Surabaya Dedik Irianto, pelatihan yang diberikan kepada para Kader Madagaskar adalah pelatihan pemadaman api pada tiga menit pertama. Sebab, respon cepat Dinas PMKP untuk sampai di lokasi kebakaran adalah 7 menit.

“Meskipun sesuai Inmendagri adalah 15 menit, tetapi Kota Surabaya memiliki respon tercepat di Indonesia, dengan waktu maksimal 7 menit. Alhamdulillah sampai saat ini respon time kita tercapai 100 persen,” imbuhnya.

Untuk diketahui, angka kebakaran di Kota Surabaya berangsur menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 terdapat 946 kejadian dan 39 persen di antaranya berhasilkan dipadamkan oleh warga.

Tahun 2020, 694 kejadian dan 43 persen di antaranya berhasil dipadamkan warga. Tahun 2021 terdapat 644 kejadian, dengan 47 persen di antaranya berhasil dipadamkan warga, serta tahun 2022 pada bulan Januari hingga Februari terdapat 50 kejadian dan 53 persen di antaranya telah berhasil dipadamkan warga. **