SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kota Surabaya masih berstatus Level 3. Ini sesuai Inmendagri 12/2022 tentang PPKM Darurat yang menjadi pedoman aktivitas masyarakat. Sedangkan asesmen Kemenkes 20 Februari 2022 kemarin, Surabaya PPKM level 4.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan sejumlah indikator yang mempengaruhi situasi level berdasarkan asesmen Kemenkes.
Pertama, indikator kasus konfirmasi berada pada tingkat 4, yakni 459,08 per 100.000 penduduk per minggu. Sementara indikator Rawat Inap rumah sakit, berada pada tingkat 4, yakni 30,29 per 100.000 penduduk per pekan.
“Sedangkan indikator kematian di Surabaya berada pada tingkat 2, yakni 1,61 per 100.000 penduduk per pekan,” kata Nanik, Rabu (23/2/2022).
Ia menyebut, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Januari hingga 20 Februari 2022, di Kota Surabaya sebanyak 27.630 kasus. Ini terdiri dari 5.285 kasus aktif atau 5,58 persen dari total kumulatif kasus Covid-19.
“Sampai 20 Februari 2022, angka kesembuhan di Kota Surabaya sebesar 91,65 persen dan angka kasus aktif sebesar 5,58 persen dari total kasus kumulatif Covid-19,” jelasnya.
Hanya, Nanik tak menampik angka kematian Covid-19 saat ini meningkat dibanding bulan Januari 2022. Alasannya, sebagian besar kasus meninggal itu dirawat di rumah sakit dengan kategori Lansia, belum vaksin disertai dengan komorbid/penyakit penyerta.





