Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSurabaya PPKM Level 3, Eri Pastikan Tak Ada Pembatasan dan Penutupan

    Surabaya PPKM Level 3, Eri Pastikan Tak Ada Pembatasan dan Penutupan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kota Surabaya naik status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Itu tertuang dalam Inmendagri 10/2022 untuk pemberlakuan PPKM Jawa-Bali berlaku 15-21 Februari 2022. Namun, Wali Kota Eri Cahyadi memastikan tidak akan ada pembatasan, penutupan, dan perekonomian berjalan seperti biasa.

    Dalam Inmendagri disebutkan, status PPKM Level 3 di Jawa-Bali mengalami kenaikan dari 41 daerah menjadi 66 daerah.

    Khusus untuk Jawa Timur, ada beberapa Kabupaten/Kota yang masuk status level 3. Yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan.

    Seperti disampaikan Safrizal ZA Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dalam keterangan persnya, di Jakarta Selasa (15/2/2022), perubahan status PPKM dilakukan dengan melihat perkembangan kasus yang ada dan tingkat vaksinasi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

    Baca juga :  22 PPIH Embarkasi Surabaya Dikukuhkan

    Indikator untuk melakukan evaluasi pada daerah di Jawa-Bali diberikan kekhususan untuk dapat mencapai target vaksinasi dosis kedua dan lansia di atas 60 tahun, dengan diberikan waktu 2 minggu tambahan terhitung dari 15 Februari 2022.

    Surabaya Tak Ada Pembatasan

    Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, meski PPKM diperpanjang hingga 21 Februari 2022, dan Surabaya Raya masuk Level 3, dipastikan tidak akan ada pembatasan

    maupun penutupan, dan dipastikan kegiatan perekonomian akan berjalan seperti biasa.

    “PPKM Level 3 ini berbeda dengan waktu varian Delta. Kalau PPKM dulu jam 9 malam sudah tutup, kalau sekarang buka jam 6 sore, tutupnya jam 12 malam. Kapasitasnya juga dibatasi hanya 60 persen saja. Jadi sebenarnya PPKM Level 3 ini untuk membatasi saja, tapi ekonomi jalan terus,” tegas Eri Cahyadi.

    Baca juga :  Dinkes Jatim Fasilitasi Layanan Kesehatan Masyarakat Kepulauan Kangean

    Ia kembali menekankan agar masyarakat tetap mematuhi PPKM Level 3, tapi tetap tidak ada pembatasan, tanpa penutupan. Kegiatan seperti biasa hanya ada pembatasan jumlah orangnya,

    “Allhamdulilah ekonomi tetap bisa bergerak, hanya saja pembatasan waktu dan jumlah yang dibatasi. Pemkot sendiri akan terus bergerak dengan PeduliLindungi, swab massal, swab hunter,” tandasnya.

    Eri mengungkapkan, jika sempat timbul kekhawatiran akan ada pembatasan wilayah dan penutupan kegiatan tapi nyatanya di Imendagri tidak ada, hanya  mengurangi interaksi saja.

    “Saya harap menghadapi virus Omicron warga Surabaya harus tetap tenang tidak perlu panik, tetap jaga prokes, jaga imun tubuh, dan pastikan ekonomi terus bergerak tanpa adanya pelanggaran” tukasnya. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan