Jumat, 26 Juli 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriTak Terima Diputus, Pemuda di Kediri Nekat Teror Mantan Kekasih

    Tak Terima Diputus, Pemuda di Kediri Nekat Teror Mantan Kekasih

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Seorang pemuda bernama Ahmad Sulton berusia 23 tahun, warga Desa Pule Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, dibekuk polisi akibat meneror mantan kekasihnya karena tidak terima diputus hubungan asmaranya, Kamis (13/1/2022).

    Pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian itu meneror mantan pacarnya sendiri berinisial DK (22), dengan cara menakuti korban dengan mengirim pesan WhatsApp hingga berniat melukai korban.

    Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri, AKP Iwan Setyo Budi menjelaskan, kronologi awal kejadian dimulai dari terjalinnya persahabatan antara korban dan pelaku, hingga mereka memutuskan untuk berpacaran.

    Namun suatu hari korban memutuskan untuk putus dengan pelaku.

    Karena pelaku tidak mau dan tidak menerima keputusan korban. Akhirnya, pelaku mengancam bahkan, mengintimidasi korban secara langsung.

    Baca juga :  Temukan Ribuan Data TMS, KPU Kota Kediri akan Verifikasi Lanjutan Gandeng Dispendukcapil

    Saat itu, pelaku sedang membuntuti korban dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Kediri-Tulungagung atau lebih tepatnya di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

    Pelaku kemudian memberhentikan kendaraan milik korban dan mencabut kunci sepeda motor yang ia kendarai, lalu pada saat itu pelaku mengancam akan menusuk korban dengan pisau.

    Tak hanya itu, pelaku juga memasukkan tangannya ke dalam saku jaket yang dibawa korban sehingga menimbulkan ketakutan akan aksi pelaku.

    Tidak puas dengan hal itu saja, pelaku juga terus menerus menakuti kepada korban melalui pesan singkat WhatsApp, bila tetap diputuskan dan menjalin hubungan asmara dengan pria lain.

    Atas dasar tersebut, korban dan orang tuanya akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngadiluwih, Polres Kediri.

    Baca juga :  Maju Pilkada Kota Kediri, Zidna Al Izzah Ikuti Jejak Politik Ibunya

    “Setelah kami dapat laporan, tim langsung bekerja dan melakukan proses penyelidikan. Hasilnya kita amankan pelaku di rumahnya Desa Pule Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri,”urainya.

    AKP Iwan menambahkan, kepada petugas, pelaku mengakui semua tindakan yang ia lakukan yakni mengancam korban disertai aksi teror.

    Jadi pelaku cemburu dan, sakit hati kepada korban akibat hubungan asmara mereka harus berakhir atas keputusan sepihak korban. Sehingga dia melakukan teror, dan meminta tak diputuskan oleh korban.

    Dari tangan pelaku, pihaknya berhasil mengamkan sejumlah barang bukti dan kini berada di Mapolsek Ngadiluwih Polres Kediri guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

    “Kita amankan satu jaket milik korban, HP, tangkapan layar pesan ancaman pelaku, dan dompet,” tuturnya.

    Baca juga :  Temukan Ribuan Data TMS, KPU Kota Kediri akan Verifikasi Lanjutan Gandeng Dispendukcapil

    Atas dasar perbuatannya pelaku kini dijerat dengan Pasal 335 ayat (1) ke 1e,2e KUHPidana dan atau pasal 29 UURI Nomo 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik sebagaimana diubah dalam pasal 45B UURI No.19 Tahun 2016 tentang ITE. Pungkasnya. (abi).

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan