Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaIkut PTM, Siswa MBR Antusias dan Bahagia dengan Perlengakapan Sekolah Gratis

    Ikut PTM, Siswa MBR Antusias dan Bahagia dengan Perlengakapan Sekolah Gratis

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Para pelajar jenjang SD dan SMP tampak antusias mengikuti PTM 100 persen, Senin (10/1/2022). Tak terkecuali siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), juga tampak bahagia ikut PTM karena telah mendapat dan memanfaatkan bantuan perlengkapan sekolah.

    Pada pelaksanaan PTM 100 persen, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Pimpinan DPRD dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya tampak berkeliling dan mengunjungi sejumlah sekolah.

    Beberapa sekolah yang dikunjungi mulai dari SMP Negeri 19, SD Muhammadiyah 4, dan SMP Muhammadiyah 5, SMP Santa Maria, dan SD Negeri Kaliasin 1 Surabaya. Pelaksanaan PTM 100 persen ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

    “Alhamdulilah persyaratan di SKB 4 Menteri sudah diterapkan. Kita lakukan dan pastikan bahwa pelaksanaan tatap muka memberikan kenyamanan dan rasa aman,” kata Eri.

    Untuk memberikan kenyamanan bagi para siswa, Wali Kota juga meminta Dispendik Surabaya agar menerapkan PTM 100 persen dengan membagi dua shift. Hal ini dikarenakan adanya jarak antar siswa yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan PTM 100 persen dalam satu waktu.

    Baca juga :  Wagub Emil Bangga Dengan Prestasi Nida Juara MTQ Internasional Asal Jatim

    “Kita terus memberikan keyakinan kepada orang tua, dengan meminta persetujuan wali murid. Supaya sekolah ini bisa berjalan nyaman, maka harus ada persamaan, antara Pemkot Surabaya dan DPRD untuk memberikan sebuah keputusan,” ujarnya.

    Meski demikian, Eri mengaku, bahwa pelaksanaan PTM di Surabaya telah dimulai sejak PPKM Level 2 kemarin. Pihaknya juga telah melakukan survei terkait teknis PTM yang dibutuhkan oleh setiap sekolah.

    “Alhamdulillah kita sudah lakukan itu. Kalau selalu (pembelajaran) online, maka siswa akan menjadi orang individualistik, ini yang kita takutkan, karena tidak ada komunikasi antar teman, tidak ada komunikasi dengan guru maka ini sangat membahayakan,” jelasnya.

    Sedangkan terkait dengan seragam gratis untuk siswa dari keluarga MBR, menurutnya telah disalurkan di tiap sekolah. Seragam tersebut merupakan hasil produksi dari UMKM di Kota Surabaya.

    Baca juga :  Wali Kota Eri Ingatkan Anak Buahnya Komitmen Kontrak Kerja

    “Insya Allah nanti juga tiap sekolah akan membelikan seragam, tetapi bukan untuk MBR, melainkan seragam yang dikerjakan UMKM, untuk menggerakkan UMKM kita. Termasuk nanti pegawai negeri memakai sepatu dan seragam UMKM,” terangnya.

    Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh meminta kepada seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk saling menjaga protokol kesehatan. Sebab, pada pelaksanaan PTM 100 persen yang sedang berlangsung, masih menyesuaikan dengan pola para peserta didik.

    “Seluruh pengawas digerakkan, kita lakukan koordinasi terus dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pencegahan ataupun penanganan (Covid-19). Saat ini pembelajaran masih 2 jam setengah untuk SD dan 3 jam untuk SMP, serta relaksasi 10 menit, agar anak tidak jenuh,” kata Yusuf.

    Baca juga :  Pemkot Kembali Gelar Surabaya Vaganza

    Salah satu pelajar dari keluarga MBR yang mengikuti PTM 100 persen adalah Airin, siswa kelas 2 SDN Kaliasin 1 Surabaya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota karena bisa mengikuti PTM seperti siswa lainnya, karena mendapat bantuan perlengkapan sekolah.

    “Terima kasih Bapak Wali Kota, karena saya bisa mendapat seragam sekolah gratis untuk sekolah,” kata Airin.

    Irvin Santoso, siswa kelas 9 SMP Santa Maria Kota Surabaya mengaku senang karena bisa kembali bertemu teman-teman dan gurunya yang ada di sekolah. Bahkan, dia mengaku kaget karena Wali Kota langsung mengunjungi dan memberikan semangat untuk dirinya dan teman-teman di sekolahnya.

    Bagi Irvin, PTM menjadi salah satu kegiatan yang mempermudah untuk memahami materi belajar dari sekolah.

    “Karena ketika belajar online saya merasa tidak efisien ketika belajar di rumah. Semoga selalu ada inovasi, agar materi bisa langsung diberikan,” harapnya. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan