“Saya mohon maaf untuk warga Surabaya yang terganggu di daerah Kedung Cowek, karena ada hambatan lalu lintas untuk beberapa hari. Tapi ini harus kita lakukan untuk kelancaran aliran air, agar tidak menimbulkan genangan,” ujar dia.
Di sisi lain, Eri juga mengajak seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi di gorong-gorong atau saluran air, karena bisa menghambat aliran air.
“Kalau ada genangan kita carikan solusi yang tidak hanya di tempat itu, agar semua kawasan bisa teratasi. Untuk menyelesaikan genangan, tidak bisa di satu titik, tapi dilihat hulu dan hilirnya. Maka, salurannya harus dibagi dan tidak dalam satu aliran sungai, ini yang sedang kita kerjakan,” kata dia.
Dari Jalan Setro, Eri menuju ke Instalasi Pengolahan Air Ngagel III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang berada di samping pintu air Jagir. Di sana, ia langsung berkoordinasi, terkait pengerjaan pembuatan intake.
Eri menginstruksikan agar ketika hujan turun, pintu air Jagir bisa segera dibuka untuk mengantisipasi munculnya genangan. Namun, apabila pintu air dibuka, maka PDAM tidak memiliki cadangan pasokan air minum.
“Maka kita minta untuk membuat intake, setelah itu bisa ditarik pompa untuk cadangan air minum. Alhamdulillah akan segera dikerjakan dan awal Januari 2022 akan selesai. Secara otomatis, ketika hujan air akan naik, lalu bisa turunkan ke pintu air dan tidak akan ada genangan lagi di titik-titik lainnya,” tandasnya. **





