Sabtu, 22 Januari 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriPemkab Kediri akan Wujudkan Bebas Stunting 2022

    Pemkab Kediri akan Wujudkan Bebas Stunting 2022

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar kegiatan sarasehan dan rembuk stunting di Balai Desa Merjoyo, Kecamatan Purwoasri, Rabu (10/11/21). Acara yang dimulai pada pukul 09.30 Wib, diselenggarakan dalam rangka konvergensi percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan dana desa.

    Hal Ini, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mewujudkan Kabupaten Kediri bebas stunting 2022.

    Dalam kesempatan ini, hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Sidiq, Kepala UPTD Puskesmas Purwoasri drg. Ardarini, Kepala Desa Merjoyo Anik Winarti, Camat Purwoasri Nur Sa’id dan beberapa SKPD maupun pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

    Rembuk stunting di Desa Merjoyo ini merupakan rangkaian rembuk stunting yang terakhir dalam program Dinas Kesehatan bersama SKPD terkait untuk menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Kediri.

    Baca juga :  Gubernur Ridwan Kamil Tawarkan Desain Ulang Taman Brantas Kota Kediri

    Pemkab Kediri akan Wujudkan Bebas Stunting 2022

    Diketahui Desa Merjoyo masuk dalam desa lokus stunting, yaitu desa yang menjadi lokasi fokus penurunan stunting. Hal itu disebabkan karena per tahun 2019, terdapat sekitar 32 balita pendek di Desa Merjoyo.

    Pada tahun 2020 kasus stunting di Desa Merjoyo turun hingga 22%. Hal itu tak lepas dari kegiatan yang tengah dijalankan, seperti pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan lain-lain.

    “Pada tahun 2020,kasus stunting turun 22%, alhamdulilah. Kita tambah kegiatan pendampingan ibu hamil dan ibu menyusui, kegiatan lain untuk menurunkan stunting juga kita tingkatkan. Berkat peningkatan kegiatan tersebut, kasus stunting di Desa Merjoyo saat ini tersisa 22 kasus,” jelas drg. Ardarini.

    Baca juga :  Tahun 2022, Pemkab Kediri Gelar 4 Festival Seni

    Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, kegiatan intervensi baik spesifik maupun sensitif tetap digalakkan, seperti PMT Ibu hamil dan balita RESTI, kelas ibu hamil, pendampingan ibu menyusui, pemantauan pertumbuhan pada balita dan ibu hamil RESTI, pendampingan remaja putri, dan kegiatan lainnya.

    Nur Sa’id berharap kegiatan ini dapat menghasilkan inovasi dan langkah konkrit dalam rangka penurunan kasus stunting karena penurunan stunting merupakan salah satu hal yang diutamakan dari prioritas penggunaan dana desa.

    “Harapannya dengan pertemuan ini nanti ada inovasi atau langkah konkrit dalam rangka penurunan stunting,” katanya.(adv/kominfo)

    Reporter : Arya Budi
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan