Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    EkbisM. Sarmuji, Pemerintah Harus Melindungi Peternak Ayam Telur Rakyat

    M. Sarmuji, Pemerintah Harus Melindungi Peternak Ayam Telur Rakyat

    SURABAYA (WartaTransparansi.com)
    Pemerintah melalui Dinas Peternakan Jawa Timur hendaknya lebih sering melakukan pemantauan dan turun ke bawah melihat dari dekat kondisi para peternak telur ayam menyusul anjloknya harga telur dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Faktanya, anjloknya harga telur di picu monopoli para pengusaha besar.

    “Saat ini kondisinya sudah tidak ideal karena perusahaan besar yang memproduksi pakan juga terlibat dalam produksi bibit maupun telur. Ini jelas mematikan peternak rakyat,” kata M. Sarmuji, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur kepada media ini, Selasa (12/10/2021).

    Hal tersebut disampaikamnya setelah beberapa kali melakukan dialog dengan peternak ayam telur di Tulungagung maupun Blitar, pekan lalu. Forum tersebut akhirnya menjadi forum curhatnya peternak rakyat.

    Saat ini kondisi peternak ayam telur betul betul klimpungan. Dalam kondisi itu, pemerintah harus hadir ditengah mereka dengan segala kebijakannya.



    “Peternak rakyat yang berskala kecil sangat terpukul dengan jatuhnya harga telur saat ini. Dalam menjalankan usahanya mereka masih tergantung dengan konsentrat dari pabrik, serta mengandalkan pihak lain dalam penyediaan bibitnya,”.

    Sarmuji, Anggota DPR RI Komisi XI menyoroti agar terjadi persaingan yang sehat antar produsen telur ayam. Saat ini kondisinya sudah tidak ideal karena perusahaan besar yang memproduksi pakan juga terlibat dalam produksi bibit maupun telur. kata Sarmuji kembali menegaskan.

    “Persaingan menjadi tidak seimbang karena pabrik Bibit Ayam DOC (Day Old Chick) dan pakan juga turut menjadi peternak. Rakyat kecil mengambil DOC dan pakan dari pabrik dengan harga yang sudah tinggi karena jalur distribusi yang panjang. Di sisi lain perusahaan tersebut bisa dengan leluasa memakai DOC maupun pakan sendiri sesuai dengan jumlah produksi yang diinginkan,” ujarnya.

    Anggota DPR yang berasal dari Dapil VI Jatim tersebut menilai anjloknya harga telur juga karena pasokan yang melimpah, sementara daya beli belum pulih benar.

    “Dengan daya beli masyarakat yang belum pulih, ditambah dengan melimpahnya stok telur akhirnya membuat harga telur terus merosot,” tambah Sarmuji.

    Kedepan agar persoalan telur ini tidak terjadi lagi, Sarmuji merekomendasikan untuk secepatnya dibuat aturan pembatasan bagi perusahaan besar agar peternak rakyat bisa bertahan dan bertumbuh tanpa takut bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.

    “Harus ada aturan yang membatasi agar pabrik DOC dan pakan tidak terlibat langsung menjadi peternak. Kalau itu terus dilakukan peternak kecil bisa mati karena kalah bersaing,” Pungkas Sarmuji. (guh/min)

    Reporter : Teguh Safrianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan